Site icon Berita Kota Makassar

Donasi dari Dermawan Hingga Jutaaan Sebulan

KERJA-KERJA kemanusian yang diperlihatkan Laskar Sedekah (LS) Makassar tidak sia-sia. Warga kota mulai mempercayai aksi mereka dengan menggalang donasi. Tak ayal, donasi setiap bulan yang dikumpulkan Nuryanti dari aktivis Laskar Sedekah Makassar bisa mencapai jutaan sebulan.

Laporan: JUNI SEWANG

Menurut Nuryanti di depan penulis, komunitas ini muncul dan terealisasi karena sebuah mimpi. Komunitas independent yang peduli dan cinta kepada orang-orang yang membutuhkan, dan berkomitmen menyampaikan amanah sedekah 100 persen tanpa potongan operasional, adalah perjuangan LS Makassar.
“Mengabdikan diri dengan waktu, pikiran, tenaga, hingga materi yang kita punya, semata-mata untuk memaksimalkan kebaikan terhadap sesama dengan penuh keikhlasan, tanggung jawab, dan professional, dengan niat bergerak menyampaikan amanah tanpa mengenal lelah meski tak mendapatkan upah,” jelas Nuryanti.
Bahkan kata dia, untuk menunjang operasional kadangkala iuran anggota dari LS Makassar digunakan.”Alhamdulillah para teman-teman di LS tetap bekerja maksimal walaupun tidak digaji. Bahkan uang recehan yang ada di kantong mereka ikhlas dikeluarkan untuk kerja-kerja organisasi. Soal uang yang terkumpul dari donasi, kita tidak gunakan. Uang donasi kita pergunakan 100 persen untuk membantu sesama,” katanya.
Di tanya bagaimana mendapatkan donasi, Nuryanti mengaku, jika LS Makassar mencari donasi dan mereka rata-rata ikhlas menyumbang. Kadangka banyak lagi donasi didapatkan jika LS membuat kegiatan seperti penggalangan dana.”Kami banyak donator tetap LS Makassar yang setiap bulan menyumbang. Belum lagi kalau ada donator lain saat LS Makassar adakan kegiatan penggalangan dana,” tambahnya.
Berbagai kegiatan dilakukan Nuryanti, meski kadangkala sulit mengatur antara urusan organisasi dan tempat mereka bekerja di sebuah perusahaan.”Saya pintar-pintar saja atur waktu antara pekerjaan dan organisasi. Sebab keduanya sangat penting. Apalagi jika kami memaksimalkan realisasi program Tebar Nasi Bungkus (TNB) yang dilaksanakan sekali dalam sebulan, kunjungan panti asuhan, peduli kaum dhuafa, peduli korban kebakaran, peduli pasien yang dirawat di RS kurang mampu,” jelasnya.
Iapun berpesan bagilah kebahagiaan kita kepada sesama walapun itu hanya sedikit. Janganlah kita lihat nilai dari apa yang kita berikan, tapi lihatlah kebahagiaan mereka terhadap ketulusan dan keikhlasan kita dalam memberi. Seribu rupiah bagi kita mungkin tidak memiliki arti apa-apa, namun bagi mereka yang tidak seberuntung kita, seribu rupiah merupakan anugrah yang tiada tara, karena dengannya mereka dapat menyambung hidup di dunia.
“seorang balita yang sedang sakit namun tak ada biaya untuk berobat melalui sahabat kecil tersebut, kami tergerak untuk saling berbagi, dengan mendirikan sebuah wadah, dimana dalam wadah tersebut terkumpul biodata orang-orang yang membutuhkan, yang sebelumnya telah disurvei terlebih dahulu sehingga sedekah tersalurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan, inilah sejarahnya LS,” paparnya.
Visi dari Laskar Sedekah yang sering disapa LS ini, yakni sebagai gerakan sosial independen yang peduli dan cinta, kepada mereka yang membutuhkan, dengan misi Laskar Sedekah mengabdi untuk masyarakat dalam berbagai kegiatan dan misi sosial, diantaranya menyalurkan sedekah cepat, tepat, mudah, profesional dan bertanggung jawab. Selain itu LS juga membantu anak Yatim, Piatu, Dhuafa, orang sakit maupun anak berkebutuhan khusus, pelajar yang tidak mampu, bahkan membantu janda dan duda yang tidak mampu. Terpenting juga Laskar sedekah mengajak kepada masyarakat untuk bersedekah melalui media sosial untuk menghimpun dana dalam membantu orang-orang yang membutuhkan. Termasuk sebagai sarana pertanggungjawabannya pun LS menggunakan media sosial dengan meng-upload foto-foto dokumentasi eksekusi sedekah.
Menurut Nuryanti, Laskar Sedekah Makassar mulai terbentuk pada 30 Maret 2012. Lembaga ini tersebar di 18 kota se Indonesia, untuk Makassar beranggotakan 60 orang.
Wanita kelahiran Makassar, 3 Januari 1991, belum lama bergabung di komunitas ini. Kurang lebih 2 tahun, Nuryanti begitu sibuk dan antusias dalam setiap program Laskar Sedekah.”Berdasar suka menolong orang menjadi pendorong saya bergabung di komunitas ini,” jelasnya di depan penulis.
Ditanya soal suka dukanya selama bergabung di LS, Nuryanti menambahkan, selain suka ada duka juga yang dirasakan diantaranya adalah disaat menjalankan kegiatan akan menguras waktu sehingga akan susah untuk bisa membagi waktu, berhadapan dengan masyarakat yang bermacam latar pendidikan dan berpendirian keras kepala.”Saking asyiknya berorganisasi dan terbawa dalam kegiatan-kegiatan sosial di masyarakat hingga kadang terlambat masuk kantor,” ujarnya. (jun)

Exit mobile version