BARRU, BKM — Keputusam Pemkab Barru merehabilitasi enam lods Pasar Takkalasi di Kecamatan Balusu disorot. Pasalnya, pasar tersebut baru ditempati pedagang 2012 lalu.
Apalagi rehabilitasi pasar menelan anggaran sebesar Rp 5,5 milyar. Padahal usia lods pasar kecamatan ini baru sekitar delapan tahun.
Beberapa pedagang yang berjualan di Pasar Takkalasi Sabtu (1/9) mengakui belum terlalu lama menempati losd miliknya. Sekarang sudah dibongkar dan tersisa pondasi.
“Katanya mau direhabilitasi dengan biaya besar. Rasanya belum terlalu lama pindah dari pasar lama ke pasar baru disini dan sekarang dibongkar lagi. Lalu kenapa dulu saat dibangun tidak dalam kondisi yang bagus. Bangunan ini belum berusia 10 tahun dan sekarang diratakan. Apakah bukan bentuk pemborosan anggaran?, ” ujar sejumlah pedagang dengan nada menyindir.
Kepala Pasar Takkalasi, Haedar Mustari membenarkan adanya rehabiltasi pasar. Pasar baru Takkalasi, memang baru ditempati pedagang tahun 2012 lalu direhabilitasi agar lebih representatif.
Haedar menambahkan jika sudah rampung los baru para pedagang akan dikenakan retribusi Rp 10.000. Berbeda dengan lokasi pelataran. Pedagang dipungut retribusi sebesar Rp 5.000.
Jika rekanan yang mengerjakan pembangunan enam los Pasar Takkalasi. Itu juga yang membangun Pasar Ajakkang. “Ketika itu pasar Ajakkang dibangun dengan anggaran sekitar Rp 5 milyar lebih,” ujarnya. (udi/C)