MAROS, BKM — Sejumlah wilayah di Kabupaten Maros tidak akan mendapat suplai air bersih dari PDAM Maros selama dua minggu, mulai 3 sampai 16 September mendatang. Hal ini disebabkan, adanya pengerjaan pemeliharaan berkala Bendung Batubassi oleh Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang yang mulai dikerjakan pada 29 Agustus.
Sehingga distribusi air bersih terganggu dan suplai air berkurang. Wilayah pelanggan yang terkena dampak perbaikan ini, yakni Jenetaesa, Batubassi, Kalabbirang, Minasa Baji, Alatengae, Boribellayya, Reda Beru, Alliritengae, Baju Badoa, Pallantikang, Tumalia, pasar sentral dan pusat kota Maros.
Wilayah lain yang terkena dampak, yakni utara kota meliputi Balosi, Tambua, Marana, Tanringmata, Barandasi, Soreang, Macoa, Bontokapetta, Perumahan Maros Regency dan wilayah lain yang merupakan wilayah pelayanan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Bantimurung.
Terkait adanya perbaikan tersebut, Direktur PDAM Maros, Abdul Baddar, dalam surat edaran itu menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan. Pihak PDAM Tirta Bantimurung Maros pun meminta warga yang wilayahnya terkena dampak agar melakukan penampungan air bersih sebagai bentuk antisipasi.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Forum Pelanggan PDAM Maros, Lory Hedradjaya menyampaikan, pengerukan Bendung Batubassi memang sangat urgen karena endapan lumpur yang tinggi, sehingga terjadi pendangkalan. Namum kebutuhan air bersih dari PDAM sangat dibutuhkan masyarakat saat kemarau ini.
”Masyarakat menggantungkan kebutuhan air bersihnya pada layanan PDAM. Mereka hampir tak punya sumur sebagai alternatif. Untuk itu, PDAM mesti berkomunikasi baik dengan Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang supaya ada solusi. Pengerukan berjalan, tapi layanan tetap berjalan, sekalipun mungkin ada pengurangan kuantitas air,” jelasnya. (ari/mir/c)
Sejumlah Wilayah di Maros Tidak Akan Peroleh Air Bersih
