MAKASSAR, BKM — Sedikitnya 21 rumah semi permanen rata dengan tanah akibat kebakaran, Senin (3/9) pukul 09.00 Wita. Lokasi yang terbakar berada di Jalan Andi Tonro. Tepatnya di perbatasan antara Kelurahan Jongaya dan Kelurahan Pa’baeng-baeng.
Informasi di lokasi kejadian menyebutkan, api bermula dari rumah kos milik Sarnia (35). Kala itu terlihat api disertai gumpalan asap hitam membumbung ke udara. Dengan cepat kobaran si jago merah merembet dari satu rumah ke rumah yang lain. Hingga akhirnya menghanguskan 21 hunian warga.
Salah seorang saksi di TKP bernama Sri Astuti, mengaku kaget ketika melihat api dengan cepat berkobar. Pemicu kebakaran diduga akibat arus pendek listrik atau korsleting.
Lokasi kebakaran berada di lahan salah seorang warga. Sebagian penghuninya berprofesi sebagai pemulung. Sebaguian lainnya dikontrakkan. Rerata bangunan rumah panggung terbuat dari dinding seng dan bambu, sehingga mudah terbakar.
Pelaksana Tugas (Plt) Camat Tamalate Fahyuddin Yusuf dan Lurah Jongaya Subhan datang ke lokasi sesaat setelah kejadian. Disebutkan, tercatat ada 16 rumah yang terbakar berada di lingkungan RT 01/RW 08. Sementara lima lainnya di RT 01/RW 03 Kelurahan Pa’baeng-baeng.
Kadis Damkar M Takdir yang berada di lokasi kebakaran, mengatakan api dapat dipadamkan setelah 15 armada pemadam dikerahkan. Setelah dua jam berjibaku, akhirnya api berhasil dikuasai.
Kasubag Humas Polreatabes Makassar Kompol Laode Idris mengemukakan, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan tim Labfor Polda Sulsel, serta tim identifikasi Polrestabes Makassar. (jul/rus)
21 Rumah di Andi Tonro Rata dengan Tanah
