MAKASSAR, BKM — Pelantikan Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman selaku gubernur dan wakil gubernur Sulsel dipastikan akan berlangsung, Rabu besok (5/9) di Istana Negara, Jakarta. Pemprov Sulsel sudah mendapat pemberitahuan resmi dari Sekretariat Negara (Setneg).
Penjabat (Pj) Sekretaris Provinsi Sulsel Tautoto Tanaranggina mengatakan, Setneg juga sudah meminta perwakilan dari Pemprov Sulsel, minimal eselon II untuk mengikuti rapat persiapan pelantikan yang dilaksanakan, Senin (3/9).
“Jadi saya telah meminta pelaksana tugas (Plt) Asisten I Salim Abdul Rahman dan Kepala Bagian Protokol Amson Padolo untuk menghadiri rapat tersebut hari ini (kemarin),” ungkap lelaki yang akrab disapa Toto itu di ruang kerjanya.
Hasil rapat tersebut sudah dilaporkan ke sekprov. Intinya, kata Toto, undangan yang bisa hadir saat pelantikan sangat terbatas.
“Yang diundang hanya gubernur, wakil gubernur, sudah pasti hadir bersama keluarga inti, yakni istri, orang tua, dan anak-anaknya,” kata Toto.
Undangan juga diberikan secara terbatas kepada Forkopimda inti. Diantaranya Kapolda, Pangdam, Kajati, Ketua Pengadilan, Ketua DPRD, dan Sekprov.
Terbatasnya undangan yang diberikan karena pelantikan dilaksanakan di Istana Negara yang tempatnya sangat terbatas. Sementara yang akan dilantik ada sembilan gubernur. “Jadi itu saja yang diundang,” ungkapnya.
Jika ada kepala organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemprov Sulsel yang berinisiatif berangkat ke Jakarta untuk menghadiri pelantikan, Toto mengimbau sebaiknya tidak usah.
“Kalau kepala OPD berinisiatif berangkat, persoalannya kalau berangkat apa yang akan diakukan di sana. Berangkat itu mesti ada SPPD-nya. Ada surat perintahnya. Bukan dilarang. Kami tidak pernah melarang. Tapi etikanya, kalau kepala unit kerja ini mau pergi harus sepengetahuan atasan,” ungkapnya.
Di Jakarta usai pelantikan, kata Toto, pihaknya berharap bisa bertemu dan berbicara dengan bupati/wakil bupati terpilih. Yang dibahas terkait teknis proses acara yang akan Pemprov Sulsel setiba NA-ASS di Makassar.
Dia melanjutkan, sehari setelah pelantikan, seluruh kepala OPD lingkup Pemprov Sulsel, termasuk sekprov dan ketua DPRD Sulsel akan menyambut kedatangan NA-ASS di Bandara pada tanggal 6 September.
Selain ada prosesi pengalungan bunga, NA-ASS akan disambut dengan Tari Paduppa.
“Jam penyambutannya kita belum tahu. Tergantung jadwal kepulangan Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih,” jelasnya.
Pada tanggal 7 September 2019, akan dilaksanakan serah terima jabatan pagi hari di Ruang Pola. Sementara malamnya, diagendakan acara pisah sambut di rumah jabatan gubernur.
“Tapi untuk pisah sambut akan dikondisikan. Kalau tidak muat di rujab, bisa saja dipindahkan ke hotel,” tambahnya.
Untuk prosesi sertijab, Pemprov Sulsel akan mengundang seluruh kepala OPD lingkup Pemprov Sulsel, instansi vertikal, Forkopimda, dan anggota DPRD.
Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel Soni Sumarsono, menjelaskan pelantikan gubernur/wakil gubernur terpilih tahap pertama dipastikan akan berlangsung 5 September besok untuk delapan provinsi. Di antaranya Sulsel, Sumatera Utara, Sulawesi Tenggara, Jawa Tengah, Bali, Kalimantan Barat, NTT, dan Papua,
Tahap kedua akan dilaksanakan 27 September 2018 untuk empat provinsi. Yakni Jawa Barat, NTB, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Timur.
Soni juga memastikan undangan untuk menghadiri pelantikan sangat terbatas. “Terbatas. Hanya yang akan dilantik dan pendampingnya, plus Forkominda, penjabat gubernur dan dan istri sejumlah pejabat pusat dan tentunya para menteri kabinet kerja,” jelas Soni.
Dia melanjutkan, sejumlah pejabat dari daerah, yang hadir namun tidak bisa masuk gedung, akan disediakan layar lebar untuk nonton bareng prosesi pelantikan di gedung sebelah dalam kawasan istana.
Saat ini, posisi Soni Sumarsono sebagai Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri sudah berada di Jakarta, sibuk menyiapkan pelantikan serentak.
Dia beserta keluarga saat ini juga sudah bersiap-siap untuk pindah dari rumah jabatan ke Hotel Rinra.
“Besok tanggal 4 September sore, di bawah koordinasi Ferry Rende, barang-barang sudah mulai diangkut ke Hotel The Rinra,” jelasnya.
Untuk sementara, kantor mantan Pj Gubernur yang baru pasca pelantikan akan berlokasi di The Rinra. Sama seperti saat Soni baru saja menjabat Pj Gubernur Sulsel. Soni akan tinggal di The Rinra sampai tanggal 8 September.
Setelah pelantikan di Istana Negara, NA dan ASS akan langsung bekerja untuk menjalankan program pemerintahan. Jayadi Nas selaku juru bicara NA menyampaikan hal itu, kemarin.
Jayadi mengatakan, NA memang berharap supaya bisa cepat bekerja menjalankan program yang direncanakan. Hal itu supaya rencana programnya bisa cepat dirasakan oleh masyarakat
NA akan langsung mengajak diskusi beberapa lapisan masyarakat yang ada di Sulsel untuk segera menuangkan gagasan dan pikirannya dalam membangun sulsel. Diskusi ini akan dilakukan untuk mempersiapkan jalannya program secara teknis.
“Setelah dilantik, Pak NA akan langsung pulang ke Makassar dan bertemu dengan teman-teman untuk menjelaskan apa yang akan dilakukan. Pak NA juga akan bertemu dengan semua staf dan aparat di jajaran provinsi untuk segera menuangkan gagasan dan pikirannya,” jelas Jayadi Nas, kemarin.
Selain itu, juga akan langsung membangun komunikasi dengan DPRD. ”Karena bagaimanapun, DPRD adalah mitra kita untuk membangun Sulsel ke depan,” tambah Jayadi.
PDIP Boyong Pengurus
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Provinsi Sulawesi selatan dipastikan akan memboyong puluhan pengurus untuk menghadiri pelantikan NA-ASS. Hal itu disampaikan Ketua DPD PDIP Sulsel Andi Ridwan Wittiri (ARW) ketika dihubungi, Senin (3/9).
“Iya, puluhan pengurus PDIP Sulsel akan ke Jakarta menghadiri acara pelantikan di Istana Negara,”ujar ARW yang juga anggota DPR RI.
Banyaknya pengurus DPD PDIP Sulsel yang akan hadir pada acara pelantikan Prof Andalan, mengingat partai berlambang banteng gemuk ini merupakan salah satu partai politik pengusung pada di Pilgub Sulsel 27 Juni lalu.
Hal berbeda terhadap dua partai politik pengusung Prof Andalan, yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN) Sulsel. Kedua partai tersebut dikabarkan tidak memberangkatkan pengurusnya ke Istana Negara untuk menyaksikan prosesi pelantikan.
Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Sulsel Andi Darwis Duddu mengaku, bila pihaknya belum mendapat pemberitahuan. Apalagi undangan.
Meski begitu, Darwis yang juga calon anggota DPRD Sulsel ini menegaskan, ketidakhadiran pengurus PAN Sulsel di Istana Negara tidak menjadi soal. Sebab seusai pelantikan, juga akan dilakukan rapat paripurna istimewa di DPRD Sulsel.
“Kan akan dilakukan rapat paripurna istimewa di DPRD Sulsel, sehingga kita pengurus siap saja di Makassar,” ujar Darwis yang dikenal cukup dekat dengan Nurdin Abdullah ini, kemarin.
Terpisah, Wakil Ketua DPW PKS Sulsel Sri Rahmi yang dihubungi terkait acara pelantikan Prof Andalan di Istana Negara, juga mengaku tak mengetahui apakah ada undangan atau tidak. “Saya tidak tahu,” tulis Sri Rahmi melalui WhatsApp, Senin (3/9).
Ketua DPW PKS Sulsel Surya Dharma Ali mengatakan hal serupa. “Saya belum ada info, dek,” ujarnya.
Walau pengurus DPW PAN dan PKS di Sulsel tidak diundang, namun kader kedua partai tersebut akan menjemput kedatangan Prof Abdalan di Makassar setelah mengikuti pelantikan. “Kita tentu akan siapkan penjemputan setelah kembali ke Makassar,” ujar Darwis Duddu. (rhm-rif-nug/rus)
