LOMBOK, BKM — Jika tiba tiba terjadi padamnya aliran listrik dan keruhnya aliran air bersih dari jaringan PDAM maka seluruh masyarakat Lombok ,Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) di minta langsung keluar gedung maupun rumah.
Dua tanda itu berupa padamnya aliran listrik dan keruhnya aliran air PDAM sebagai pertanda bencana alam berupa gempa dengan hitungan detik akan terjadi.
Abdul Rahman (45) warga Kota Mataram di temui di sekitar poros jalan jalur dua menyebut masih sering terjadi musibah gempa susulan pasca gempa besar melanda Lombok pada 30 Juli 2018 bulan lalu.
“Kalau malam hari terjadi tiba tiba lampu Padam dan Aliran Air Keruh,maka sebaiknya segera keluar gedung atau rumah ,itu pertanda dalam hitungan detik musibah gempa akan terjadi,” kata Abdul Rahaman.
Dia menuturkan untuk kondisi saat ini warga di Lombok masih terus waspada walaupun kondisi saat ini secara umum
masih berstatus Pemulihan, akibat gempa yang melanda lombok sebulan lalu.
Di kota Mataram saat ini terlihat ratusan tenda pengungsi di bibir jalan poros mataram berdiri dengan kondisi apa adanya. Tenda tenda yang didirikan secara sukarela oleh masyarakat tersebut di gunakan untuk menampung arus pengungsi korban gempa Lombok.
Bahkan pihak BPBN mendirikan tenda tenda besar di pusat kota Mataram, tenda ini di bangun sebagai bentuk kesiapan jika terjadi gempa susulan.
Kondisi psikologis masyarakat Mataram umumnya dan warga Lombok khususnya masih terlihat trauma atas musibah bencana alam berupa gempa yang mereka alami.
Pemerintah Provinsi NTB terus meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait guna terus memulihkan kondisi dan mental warga.
Gempa yang melanda Lombok paling sering terjadi saat malam hari, sehingga itu dua pertanda yang di jadikan warga berupa padamnya lampu dan keruhnya air menjadi acuan pertanda musibah bencana alam berupa Gempa dalam hitungan detik akan terjadi.
Rombongan kemanusiaan Pemkab Luwu yang di pimpin Wabup Luwu Amru Saher saat ini nginap di salah satu hotel di kota Mataram.
Sejak tiba di bandara Praya Lombok, Wabup Luwu Amru Saher menggelar pertemuan kecil di lobi hotel Santika, Mataram.
Rapat di gelar untuk memantapkan titik penyerahan bantuan kemanusiaan yang di fasilitasi oleh Pemprov NTB.
“Insya Allah Kamis besok, rombongan kemanusiaan Pemkab Luwu akan menyerahkan langsung bantuan kemanusiaan, jumlahnya sebesar Rp300 juta,” tandas Amru Saher. (Irwan musa)
