UPAYA Recovery Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pasca bencana gempa 7,5 SR di Lombok membutuhkan anggaran, waktu dan tenaga yang maksimal.
Sebanyak 560 warga Lombok meninggal dunia, ratusan ribu keluarga kehilangan tempat tingggal, dan sebanyak 100 ribu rumah warga di Lombok butuh anggaran untuk di recovery kembali.
Atas musibah gempa dialami masyarakat Lombok, Pemerintah Kabubupaten (Pemkab) Luwu atas inisatif Bupati Luwu Andi Mudzakkar, Wabup Luwu Amru Saher dan Sekkab H Syaiful Alam di dukung lintas SKPD membentuk tim Kemanusiaan.
Seperti apa rombongan Kemanusiaan Pemkab Luwu yang dipimpin Wabup Luwu Amru Saher memberi empati kepada masyarakat Lombok? Berikut rangkuman tulisan langsung dari Lombok, NTB.
● Laporan: Irwan Musa dari Lombok
Suasana duka masih terlihat di lokasi tenda pengungsian ratusan ribu warga Lombok Utara, Tengah dan Lombok Barat.
Ratusan ribu warga masih trauma atas gempa susulan yang masih sering muncul mendadak pasca musibah gempa besar yang mencapai 7,5 SR pada 5 Agustus 2018.
Warga Lombok umumnya masih enggan kembali kerumah mereka, apalagi gempa susulan sering terjadi malam hari. Enggannya warga lombok kembali ke rumah mereka, selain ratusan rumah yang rusak berat, hal lain yang membuat mereka berpikir pulang yakni roda ekonomi di Lombok khususunya di Kabupaten Lombok Utara terlihat lumpuh total.
Gempa bumi di Lombok telah meluluh lantakan berbagai infrastruktur milik pemerintah maupun swasta, bahkan akses objek pariwisata pantai Senggigi di Batu Layar Lombok Utara yang menjadi objek wisata idola bagi wisatawan lokal dan manca negara nampak lumpuh total, tanpa terlihat aktivitas sama sekali.
Kondisi yang dialami ratusan ribu warga Lombok menimbulkan simpati dari seluruh elemen pemerintahan kabupaten dan kota di negara ini maupun simpati dari elemen masyarakat. Organisasi massa dan Lembaga Swadaya Masyarakat.
Atas musibah gempa yang di alami ratsan ribu Kepala Keluarga (KK) di Lombok, membuat Bupati Luwu Andi Mudzakkar dan jajaran Pemkab Luwu empati membantu meringankan beban masyarakat setempat.
Rombongan kemanusiaan lintas SKPD Pemkab Luwu yang di pimpin Wabup Luwu Amru Saher sejak Rabu (5/9) hingga Kamis (6/9) terus bergerak menyerahkan bantuan sembako berupa air kemasan mineral, Mi Instan, Selimut, Sarung dan kasur tidur kepada masyarakat Lombok di tenda pengungsian mereka.
Puncak bantuan kemanusiaan yang di serahkan rombongan Pemkab Luwu yakni dana segar senilai Rp300 Juta.
Dana bantuan ini di serahkan langsung Wabup Luwu Amru Saher kepada Sekda Pemprov NTB Rosyadi Sayuti disaksikan Kepala BPBD Pemprov NTB Muhammad Rum.
Wabup Luwu Amru Saher bersama rombongan kemanusiaan Pemkab Luwu terdiri dari dua Dokter Umum yakni Dokter Daud dan Dokter Andika, termasuk dua Perawat yang diutus oleh Dinas Kesehatan Pemkab Luwu, termasuk Plt Kepala Dinas Damkar Luwu Muhamad Awabim, Kadis PUPR
PUPR, Ridwan Tumbalolo.
Kepala Bapenda Luwu Mohammad Arsal, Kepala Dinas Perkim Suharjono Anwar, Kepala Dinas BPKAD Rahimullah,Kadis Perdagangan Hj Wahidah, Plt BPBD Luwu Lukman P, Asisten I Bidang Pemerintahan Andi Mudzakkir.
Asisten II Bidang Ekonomi Amirullah, Sekertaris Satpol PP Andi Ibarhim Sikki, Sekertaris BPKAD Subhan, Perwakilan Dinas Pendidikan Luwu Azis, Perwakilan Dinas Kesehatan Ibu Dian, Camat Belopa Johan Daido, Camat Latimojong Erham Lanco, Sekcam Belopa Irwan Ridwan dan Lurah Tampumia Radda, Sugito termasuk tiga jurnalis dari media cetak dan online yang ikut dengan rombongan kemanusiaan Pemkab Luwu telah menyalurkan bantuan di beberapa titik lokasi gempa Lombok.
Yakni di Pos II yang menampung 350 KK dengan jumlah tenda penampun
gan sekitar 20 tenda di Desa Kaid Daye, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat.
Beberapa warga di tenda penampungan di Desa Kaid Daye yakni Yusran dan Samaria mengaku selama ini bantuan Kemanusiaan dari Pemprov NTB berjalan lancar .Apalagi di tambah bantuan dari Pemkab Luwu yang di serahkan Kamis (6/9/2018) hari ini
sangat membantu kebutuhan hidup warga.
“Saya sudah satu bulan di tenda penampungan. Kondisinya seperti ini pak, trima kasih atas bantuan dari Pemda Luwu Pak,” tutur Samaria dengan raut wajah sedih saat menerima bantuan dari Wabup Luwu Amru Saher dan rombongan kemanusiaan lintas SKPD.
Saat bergeser di Desa Manggala Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, rombongan kembali menyerahkan bantuan sembako untuk warga 1.370 KK korban bencana gempa dari 3.300 KK warga yang mendiami desa itu.
Di Desa Manggala, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, tim rombongan kemanusiaan Pemkab Luwu menurunkan dua orang tenaga dokter dan dua tenaga perawat.
“Total jumlah warga Lombok Utara yang mendapat penanganan medis dari tim dokter Pemkab Luwu sebanyak 100 orang warga sekaligus di bantu berbagai jenis obat obatan sesuai jenis penyakit yang di deritanya,” kata Dokter Daud kepada BKM.
Warga Lombok Utara Mahruddin (54) mengaku warga di tenda penampungan di kecamatan Pemenang masih sulit men
dapatkan akses layanan kesehatan yang di turunkan pihak Pemprov NTB.
Menurut Mahruddin hanya sepekan pasca bencana gempa, petugas kesehatan di posko II stanby, namun kini jika ada warga membutuhkan perawatan medis utamanya siang hari sangat sulit di temui.
“Yang kami butuh tenaga kesehatan hadir di lokasi tenda penampungan. Apalagi jika siang hari, banyak warga yang butuh penanganan medis misalnya butuh obat,” keluh Mahruddin
Wabup Luwu Amru Saher usai menyerahkan bantuan dana Rp300 juta di hadapan Sekda Pemprov NTB Rosyadi Sayuti menuturkan apa yang di beritakan di media atas bencana gempa di Lombok di luar dari kami bayangkan. Sebab kami temukan langsung ada satu desa yang Infrastrukturnya hancur total.
“Tentu ini menjadi hal yang membuat kami sangat prihatin,” papar Amru Saher.
Dia menambahkan, Pak Bupati Luwu Andi Mudzakkar menitip salam duka atas musibah di Lombok. Namun demikian sejak awal kejadian ini kami Pemkab Luwu sudah melakukan diskusi atas peran serta membantu musibah pasca gempa di Lombok.
“Insya Allah bantuan ini memudahkan langkah langkah recovery atas pembangunan infrastruktur kembali di seluruh area yang berdampak musibah gempa di Lombok,” kata Amru.
Atas pernyataan empati Wabup Luwu Amru Saher, Sekda Pemprov NTB, Ir H Rosyadi Sayuti menanggapi bahwa pemprov NTB memberi apresiasi kepada Pemkab Luwu atas simpati dampak bencana gempa di Lombok.
Dia menuturkan sebanyak 560 orang meninggal dunia ,ratusan ribu keluarga kehilangan tempat tinggal dan 100 ribu rumah akan di bangun kembali.
Jadi sesuai Inpres Nomor 5 tahun 2018 terkait penanganan Recovery musibah bencana Gempa di Lombok bagi
warga yang rumahnya mengalami rusak berat mendapat bantuan Rp 50 juta, Rumah rusak sedang Rp 25 juta dan Rumah warga rusak ringan di bantu sebesar Rp 10 juta.
“Mudah mudaan bantuan dari pemkab luwu dapat kami manfaatkan di luar yang di danai APBN dimana salah satu yg tidak di perkenankan adalah mendanai rumah tinggal sementara sesuai inpres No 5 tahun 2018,” ujarnya.
Dari Catatan BKM atas musibah gempa di Lombok, NTB, wilayah yang paling parah mengalami kerusakan infrastruktur adalah di Kabupaten Lombok Utara,Di kabupaten ini 99 persen infrastruktur rusak berat.
Kondisi ekonomi rakyat tak bergerak termasuk titik objek wisata pantai lumpuh total. Selain itu pasca kejadian bencana alam berupa Gempa sebanyak 4 ribu turis manca negara pulang ke negaranya akibat ketakukan atas musibah gempa bencana alam yang melanda masyarakat Lombok di provinsi NTB. (irwan musa)
