Site icon Berita Kota Makassar

Elektronik Naik 100 Ribu, Emas Rp20 Ribu

MAKASSAR, BKM–Melemahnya rupiah terhadap dollar ternyata cukup berpengaruh kepada beberapa harga barang elektronik dan emas di Kota Makassar. Kenaikan barang eletronik hingga mencapai Rp100 ribu dan emas Rp20 ribu.

Salah satu pemilik toko barang elektronik di Jalan Jendral M Yusuf, Makassar, Wiliam mengatakan, jika beberapa barang yang dijualnya memang mengalami kenaikan. Hal ini karena beberapa barangnya berasal dari luar negeri yang tentu mempengaruhi harga masuk ke Indonesia.
Barang-barang besar seperti kulkas, televisi, AC, dan Sound System besar mengalami kenaikan rata-rata Rp100 ribu. Sedangkan barang-barang kecil seperti kipas angin dan dispenser hanya mengalami kenaikan sekitar Rp25 ribu.
Walaupun mengalami kenaikan harga, namun dikatakan Wiliam tak berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. Karena secara persentase, kenaikan tersebut tak begitu signifikan.
“Kalau dibilang sepi, sepi memang, tapi kan dari dulu memang sepi. Ndak berpengaruh ji sama daya beli. Karena orang kalau mau beli, ya beli saja, karena ini kan bukan ji kebutuhan pokok,” kata Wiliam kepada BKM, Kamis (6/9).
Pedagang elektronik lainnya di Jalan Dg tata, Andika juga mengatakan yang sama, jika barang yang ia jual juga mengalami kenaikan harga. Kenaikan harga ini disesuaikan dengan harga yang juga naik di pasaran.
“Dulu kan kita jual harga setelah di up dari harga modal, sekarang karena adanya kenaikan, jadi kita up lagi sesuai harga dipasaran,” kata penanggung jawab Toko AA Elektronik ini.
Andika menaikkan seluruh harga barang yang dijualnya sekitar Rp 30 ribu hingga Rp 40 ribu. Barang tersebut seperti televisi, kulkas, dan barang-barang besar lainnya. Andika menambahkan, hal ini ternyata juga mempengaruhi daya beli masyarakat.
“Kayak ini baru-baru misalnya, ini pelanggan ada yang datang sebelumnya kesini, dia beli barang dengan harga sekian. Terus dia datang lagi kemarin mau beli barang yang sama, dan harganya sudah naik dari sebelumnya. Dia sempat menanyakan, walaupun sudah dijelaskan, dia ndak jadi beli,” jelas Andika.
Sama dengan harga barang elektronik, melemahnya rupiah ternyata berpengaruh terhadap harga emas di pasaran. Hal tersebut dikatakan para pedagang karena harga emas mengikuti harga pasar internasional. Namun beberapa toko emas di Jalan Somba Opu, kenaikannya beragam.
Salah satu pedagang emas di Jalan Somba, Makassar, Jodi mengatakan, jika harga emas mulai naik setelah naiknya dollar. Pemilik Toko Sinar Sulawesi ini mengatakan jika emas di tokonya naik Rp20 ribu per gram.
Hal ini dikatakan Jodi malah merugikan tokonya. Karena pembeli yang datang ke tokonya mulai berkurang. Naiknya harga emas dikatakan Jodi sangat mempengaruhi masyarakat untuk membeli emas.
“Iya naik ini setelah naik dollar, pembeli juga berkurang. Kita ya maunya stabil saja, dollar ndak naik ndak turun, supaya harga emas juga ndak naik ndak turun juga,” katanya.
Pedagang emas lainnya, Aye juga mengatakan melemahnya rupiah sangat mempengaruhi masyarakat untuk membeli emas di tokonya. Per hari ini saja, harga emas di Toko Rejeki, miliknya, mencapai Rp 573 ribu per gram. Hal ini tentu menjadi harga yang cukup tinggi bagi mayoritas pembeli.
“Walaupun emas naik, pembeli mulai berkurang, tapi kita pedagang bergulir saja. Soal kerugian, semenjak dollar naik, kita juga tidak mengalami kerugian ji,” kata Aye.
Di Toko Lima Logam milik Hengki, harga emas justru telah naik sejak 10 hari lalu. Naiknya sekitar Rp 10 ribu per gram. Namun dikatakan Hengki, hal tersebut tak mempengaruhi masyarakat untuk membeli emas di tokonya.
Di sektor properti, kenaikan harga juga terjadi. Namun hal itu dinilai tak akan begitu berpengaruh pada daya beli.
Terpisah, Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI Sulsel), M Sadiq mengatakan, tak ada pengaruh daya beli properti dalam melemahnya rupiah. Daya jual properti dipastikan oleh Sadiq akan tetap aman walau nilai tukar rupiah terhadap dollar naik.
Sadiq mengatakan, dari properti, mungkin ada harga yang naik. Seperti pembelian beberapa material yang berasal dari luar negeri. Dari segi material pasti mengalami kenaikan harga karena pembelian pasti menggunakan dollar.
Beberapa harga rumah juga diperkirakan akan mengalami kenaikan, namun kenaikannya tak begitu besar. Dengan kenaikan yang tak begitu besar, Direktur Utama PT Zarindah ini mengatakan jika daya beli properti tetap tak berpengaruh.
“Tidak, tak ada pemgaruh melemahnya rupiah dengan daya beli. Walaupun beberapa material dari luar negeri harganya naik, tapi rata-rata properti di Makassar materialnya berasal dari dalam negeri. Jadi tak ada pengaruh, kita tetap optimis penjualan stabil bahkan naik” kata Sadiq.(nug/war/b)

Exit mobile version