UPAYA Recovery Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pascabencana gempa 7,5 SR di Lombok butuh anggaran, waktu dan tenaga yang tidak sedikit. 560 orang warga Lombok meninggal dunia, ratusan ribu keluarga kehilangan tempat tinggal dan 100 ribu rumah
rata dengan tanah.
Laporan: Irwan Musa dari Lombok
Untuk meringankan beban para korban, Pemkab Luwu menyerahkan bantuan kemanusian sebesar Rp 300 juta. Bantuan diserahkan Wabup Luwu Amru Saher.
Hingga kini ratusan ribu warga Lombok Timur dan Lombok Barat masih trauma. Gempa susulan yang masih sering muncul mendadak pascamusibah gempa berkekuatan 7,5 SR pada 5 Agustus lalu.
Mereka masih enggan kembali ke rumah mereka. Tak hanya dihantui rasa takut karena masih adanya gempa susulan api lebih pada lumpuhnya roda perekonmian dan kerusakan rumah mereka.
Betapa tidak musibah tersebut meluluhlantahkan infrastruktur milik pemerintah maupun swasta. Bahkan akses objek pariwisata Pantai Senggigi di Batu Layar Lombok Utara lumpuh total.
Kondisi ini menimbulkan simpati dari seluruh elemen masyarakat di tanah air.
Rombongan tim kemanusiaan lintas SKPD Pemkab Luwu yang dipimpin Wabup Luwu Amru Saher sejak Rabu (5/9/) terus bergerak menyerahkan bantuan sembako berupa air mineral, mi instan, selimut, sarung dan tempat tidur kepada warga Lombok di tenda-tenda pengungsian.
Beberapa warga di tenda penampungan di Desa Kaid Daye yakni Yusran dan Samaria mengaku selama ini bantuan kemanusiaan dari Pemprov NTB berjalan lancar.
”Bantuan dari Pemkab Luwu sangat membantu kebutuhan hidup kami,”tutur Samaria dengan raut wajah sedih.
Saat bergeser di Desa Manggala Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, rombongan kembali bantuan sembako untuk warga 1.370 KK korban bencana gempa dari 3.300 KK warga yang mendiami desa itu.
Di Desa Manggala, Kecamatan Pemenang Lombok Utara, tim menurunkan dua orang tenaga dokter dan dua tenaga perawat untuk membantu para korban. (wan/C)
