BARRU, BKM — Inovasi pengumpulan zakat yang dilakukan Baznas Barru, akhirnya berbuah manis, setelah dinyatakan berhak menerima Zakat Award kategori Pengembang Penghimpunsn ZIS terbaik 2018 di Indonesia. Baznas Award akan diserahkan Menteri Agama RI di Jakarta.
Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Kabupaten Barru, H Minu Kalibu, Rabu (6/9) membenarkan jika Baznas Barru terima Baznas Award. Dua Komisioner Baznas Barru bersama dua operator SIMBA akan bertolak ke Jakarta, Kamis untuk menerima Award tersebut.
“Baznas Barru menerima Award karena banyak menemukan hal-hal inovatif tentang pengumpulan zakat antara lain Zakat burung walet, zakat haji ( ONH), zakat uang panai, Infak Rp 2000 dari anak sekolah sebagai ajang pendidikan latihan dini menjadi Muzaqi, Infak Rp 2000 terhadap rumah tangga muslim sebagai ajang contoh padal ingkungannya,” ujar Minu.
Pengelolaan zakat terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada 2017 dicapai Rp 5,6 milyar zakat mal dan Zakat fitrah Rp 4,5 milyar.
Sedangkan 2018 penerimaan zakat meningkat, diantaranya zakat mal Rp 7,4 milyar dan zakat fitrah Rp 5,1 milyar, sehingga total zakat yang diterima mencapai Rp 12,5 milyar.
“Zakat yang dikumpulkan disalurkan secara tepat kepada delapan Aznab (fakir, miskin, amil, muallaf, riqab, garimin (berutang), zabilillah dan ibnu zabil. Zakat yang dikelola berorientasi pada lima program antara lain, kemanusiaan, pendidikan, ekonomi, dawah dan advokasi,” tambah H Minu. (udi/C)
Baznas Terima Award ZIS Terbaik
