KOMISI Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) RI terus fokus mengawasi berbagai bentuk persaingan usaha yang tidak sehat. Apalagi saat ini rupiah sedang sangat melemah terhadap dollar, yang mungkin saja akan berdampak ke para pengusaha kecil.
Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Ketua KPPU RI, Ukay Karyadi dalam Forum Jurnalis di Gedung Keuangan Negara (GKN) II, Makassar.
Ukay mengatakan, melemahnya rupiah bisa menjadi hal yang merugikan bagi para pengusaha yang memiliki modal tak cukup kuat. Karena usaha yang relatif memiiliki modal kuat, tak perlu langsung menaikkan harga pun, mereka tak mendapatkan dampak yang berarti.
Jika hal ini terjadi, usaha kecil tak bisa berbuat banyak dan tentunya harus menaikkan harga. Hal ini lah yang membuat usaha kecil kadang tak mampu bersaing, yang nantinya bisa membuatnya mati dengan sendirinya.
“Karena yang usaha besar tak merespon kenaikan harga, pelaku-pelaku usaha yang kuat tidak menaikkan harga produknya, dia yang bertahan. Usaha yg kecil ini sudah tak kuat, dia nanti tutup, akhirnya struktur pasarnya berubah,” kata Ukay.
Momentum naiknya nilai tukar dollar juga bisa digunakan untuk melakukan praktek2 tdak sehat. Misalnya melakukan kesepakatan harga untuk menaikkan harga diatas tidak normal. Hal ini tentunya juga menjadi tanggung jawab pengawasan KPPU.
“Kalau harga melonjak bukan karena adanya praktek persaingan usaha tidak sehat, kita tidak bisa menindak mereka, karena itu faktor ekonomi semata. Tapi kalau ada para pengusaha yang bersepakat secara bersama-sama untuk menaikkan harga, itu jelas melanggar persaingan usaha yang tidak sehat,” tambahnya.
Olehnya, bentuk pengawasan KPPU terkait hal seperti ini pasti akan selidiki lebih lanjut oleh KPPU. Dan kalaupun ada alat bukti yang cukup, statusnya akan dinaikkan menjadi perkara di KPPU.
“Pertama kita berbasis laporan masyarakat. Kalau ada masyarakat atau pelaku uasaha yang tau ada praktek usaha yang curang dalam hal membentuk kesepakatan harga, bisa dilapor di KPPU. Kedua, kalau indikasi kenaikannya itu diatas normal, kita ada inisiatif meneliti masalah tersebut,” tutupnya.(nug/war/c)