MAKASSAR, BKM–Pemerintah Kota Makassar tidak ingin larut dalam hal penentuan harga kios dan lods di New Makassar Mal. Saat ini Pemkot Makassar lebih fokus pada pengerjaan jalan yang sebelumnya digunakan untuk lapak sementara pedagang.
Pelaksana Tugas Sekretaris Kota (Sekkot) Makassar, Naisyah T Azikin mengatakan, harga kios dan lods yang berada di gedung NMM telah disepakati atau disetujui pedagang. Harga ditetapkan yakni Rp42 juta.
Pemerintah Kota Makassar, lanjut Naisyah sekarang ini tidak dapat lagi membantu melakukan negosiasi harga. Pedagang Kaki Lima (PKL) khususnya pedagang tanpa sertifikat alias pedagang baru yang keberatan dengan harga, sebaiknya datang langsung ke Sekretariat Tim Relokasi Pedagang Pasar Sentral membicarakannya di pengembang PT MTIR.
“Pemerintah kota tidak mau lagi masuk mencampuri soal harga kios dan lods yang dikeluhkan pedagang. Apalagi harganya itu sudah disetujui. Kalaupun masih ada yang keberatan bisa datang langsung menghadap ke MTIR selaku pengembangnya,” sebut Naisya, Jumat (7/9).
Penertiban lapak dan kios-kios pedagang yang berada di ruas jalan dilakukan untuk mengembalikan fungsi jalan. Dan pedagang resmi pemilik sertifikat dapat langsung menempati dan mengisi kios atau lods di gedung untuk berjualan.
” langkah ini terus berlanjut untuk kembalikan fungsi jalan. Besaran anggaran penertiban teknisnya ada di PD Pasar Makassar Raya,” ucapnya.
Sebelumnya, Humas PT Melati Tunggal Inti Raya (MTIR), Imran Bachtiar mengatakan, harga kios dan lods dalam gedung NMM telah disetujui dan disepakati pedagang bersama pengembang. Dibuktikan dengan banyaknya pedagang mengambil kios dan lods dengan membayar uang muka dan ada pula langsung melunasi.
“Hukum dagangnya kalau banyak yang bayar uang muka atau panjar apalagi sampai melunasi, artinya harga sudah disetujui. Sementara dari 1.800 pedagang resmi yang ada, 80 persen sudah membayar uang muka dan ada melunasi. Itukan berarti semua setuju dengan harga,” lanjutnya.
Adapun pedagang diberikan kios dan lods di lantai 2 dan 3. Pedagang resmi lama berada di lantai satu. Harga kios dan lods tergantung letak atau lokasi tempat.
“Pedagang di Jalan Wahid Hasyim ada 164 orang, dari itu pedagang resmi ada 87 dan sisanya pedagang kaki lima,” ujarnya.
Diketahui, pembangunan betonisasi di dua ruas jalan sekitar gedung New Makassar Mall (NMM) ditarget rampung pada 28 Desember tahun ini. Pembangunan dua jalan dilaksanakan oleh PT Cipta Bahagia Utama sebagai pemenang lelang proyek.
Kepala Seksi Pembangunan Jalan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar, Darlis mengatakan, pembangunan di dua jalan yaitu Jalan Wahid Hasyim dan di Jalan KH Ramli berdasarkan kontrak kerjasama dimulai berjalan Selasa, 4 September 2018, dan berakhir pada 28 Desember 2018.
“Dua jalan disekitaran gedung NMM telah melalui proses lelang dan pemenangnya PT Cipta Bahagia Utama. Dan ini satu paket dengan pembangunan jalan di Galangan Kapal,” sebut Darlis, Jumat (7/9).
Adapun anggaran pembangunan yang disediakan untuk Jalan KH Wahid Hasyim sebesar Rp2.722.594.732 dengan panjang jalan 325 meter, Jalan KH Ramli Rp3.688.524.538 dengan panjang 266 meter.
Adapun ruas jalan lain seperti HOS Cokroaminoto diharap dapat tersentuh dan dituntaskan di anggaran perubahan tahun ini. Sehingga pembangunan dan selaligus berjalan dan dilaksanakan.
“Semoga tahun ini melalui anggaran perubahan dapat tambahan anggaran unuk menuntaskan ruas jalan lain sekitar gedung NMM. Jadi untuk sementara ada dua jalan saja,” katanya.
Sementara, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengatakan tender lelang proyek telah dilakukan oleh Dinas PU Kota Makassar. Diharap pembangunan sudah dapat dilaksanakan dan dirampungkan sesuai harapan.
“Lelangnya sudah dilakukan di Dinas PU Kota Makassar. Kami mau jalan-jalan area gedung NMM juga di beton dan kemudian di aspal,” tambahnya. (arf)
