MAKASSAR, BKM — Sebanyak 321 taruna taruni Politeknik Maritim (Polimatim) AMI Makassar kini tengah mengikuti pendidikan dasar bela negara (Diksar Belneg). Mereka digembleng oleh pelatih di markas Rindam XIV/Hasanuddin, Pakkatto, Kabupaten Gowa.
Pembukaan Diksar dilakukan Wakil Komandan Rindam XIV/ Hasanuddin Kolonel Inf Nugroho Dwi Hermawan, Senin (10/9). Ia didampingi Komandan Dodik Belneg Rindam XIV/Hasanuddin Letkol Kav Gatot Pramono Yogi.
Di depan para taruna taruni serta civitas akademika Polimarim AMI, Kolonel Nugroho menegaskan, Resimen Induk Kodam (Rindam) XIV/Hasanuddin bukan hanya sebagai tempat pendidikan bagi anggota TNI angkatan daraht. Namun juga berperan untuk membina para mahasiswa dalam hal bela negara.
”Latihan dasar bela negara bagi mahasiswa sangat penting. Terutama dalam membentuk karakter dan sikap mental. Sehingga nantinya yang bersangkutan mampu mengatasi setiap permasalahan yang dihadapi,” ujarnya
Diakuinya, Polimarim AMI Makassar sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi memerlukan kecermatan, ketelitian dan tanggung jawab yang tinggi. Karena itu peserta bela negara harus mengikuti setiap tahapan tahapan pelatihan.
”Alumni Polimarim AMI nantinya bukan hanya bekerja di dalam negeri. Tapi juga di dunia. Karena itu, pendidikan bela negara ini diharapkan bisa menumbuhkan rasa cinta tanah air dan bangsa di mana pun berada,” kata Nugroho.
Komandan Belneg Rindam XIV/Hasanuddin Letkol Kav Gatot Pramono Yogi, menjelaskan bahwa selama mengikuti diksar, taruna taruni Polimarim AMI tahun ajaran 2018-2019 diberikan sejumlah materi. Di antaranya, mereka dibekali dengan teknik survival untuk bisa bertahan di laut, montenoring dan materi lainnya.
Ketua Panitia Muh Arsyad, mengatakan Diksar Belneg ini merupakan salah satu persyaratan bagi calon taruna taruni Polimarim AMI Makassar sebelum mengikuti proses perkuliahan. Kegiatan berlangsung hingga 14 September 2018. (*/rus)
Di Belneg, Taruna Polimarim Dibekali Materi Survival
