KALA bertandang ke rumah orang tua Abi, BKM sempat berbicara dengannya lewat sambungan gawai. Saat itu ia tengah menjalani sesi latihan di kampus KDI. Bincang santai dengan kedua orang tua sempat pula dilakukannya.
Laporan: H Purmadi
DI GRAND final KDI 2018, Abi Rafdi dari Sidrap bersaing dengan dua peserta lainnya. Yakni Delima asal Tanjungbalai, serta si kembar Musfiqur Rahman dan Mustaqur Rahman (Musbrother) dari Medan.
Kepada BKM, Abi mengaku punya cerita menarik di balik kesuksesannya tembus babak final KDI 2018. Termotivasi mengikuti ajang kompetisi, hingga masa karantina, itu berkat dukungan dan doa kedua orangtuanya.
Demi membanggakan kedua orangt ua, ia pernah menjadi kuli bangunan dan tukang pungut barang bekas hanya demi mendapatkan uang. Bahkan selalu mengikuti audisi ajang pencarian tarik suara ketika ada kesempatan.
Abi lahir dari keluarga yang tidak mampu. Ia pun tidak menjadikan beban terpisah jarak dengan kedua orang tua.
Demi masa depannya, suka duka dan kerinduan jauh dari sanak family ia rasakan. “Aku ingin mengangkat derajat keluarga. Sejak dulu aku selalu bekerja keras hingga akhirnya bisa seperti sekarang,” ucap Abi.
Selama masa karantina, sudah banyak hal yang Abi lakukan. Mulai latihan bersama, berbincang, hingga menjadi motivasi bagi finalis lain.
”Kalau ada yang pulang, tentu sedih. Jadi terasa sepi. Biasanya banyak teman bicara. Makanya, sekarang saya sering telepon ibu dan bapak untuk mengobati kerinduan,” tuturnya.
Tak lepas dari kerja kerasnya selama ini, pasti ada doa yang terus menyertai dirinya. Nasihat kedua orangtua, tante dan paman serta doa seluruh pendukungnya yang diberikan, menjadi motivasi Abi dalam menggapai impian yang akan ia wujudkan.
“Saya semakin semangat, ketika sudah mendengar suara bapak, mama, nenek dan tante serta om lewat telepon. Jujur saya rindukan semuanya,” ucapnya polos.
Sebenarnya, di awal-awal penampilannya Abi sempat tereliminasi. Namun, nasib baik kembali berpihak kepadanya. Ia berkesempatan dipanggil kembali oleh manajemen KDI dan mendapatkan golden tiket.
“Kesempatan kedua ini saya tak akan sia-siakan. Alhamdulillah, saya bisa sampai di sini sekarang. Insyallah, atas izin Allah Swt, saya akan tampilkan semua kemampuan saya demi mewujudkan harapan orangtua. Bapak dan ibu mohon doakan saya sampai final dan bisa menjadi juara umum,” pinta Abi dari balik telepon selularnya.
Sebelum menutup pembicaraan lewat telepon, Abi juga meminta doa restu dari H Syaharuddin Alrif, Wakil Ketua DPRD Sulsel yang selama ini mendampingi dan mendukungnya.
“Ucapan terimah kasih saya kepada bapak H Syaharuddin Alrif, H Ilham Junaedy dan Pemerintah Kabupaten Sidrap serta seluruh masyarakat Sidrap, Sulsel dan seluruh pendukung saya di mana pun berada yang tak bisa saya sebutkan satu persatu. Mohon terus dukungta, Abi lolos masuk final karena dukungta semua. Idi manengmi urennuang kesi (saya berharap dari anda semua),” ucap Abi merendah.
Usai berbicara lewat gawai, orang tua Abi Rafdi kembali menceritaan tentang Abi. Selain sudah menghafal beberapa jus Alquran, Abi juga punya hobi beragam olahraga. Di antaranya futsal, takraw, bulu tangkis dan seni merangkai bunga, serta melukis.
“Abi juga pintar main musik. Kalau pulang sekolah dia hanya di kamar. Kalau tidak mengaji, dia bermain gitar sambil nyanyi sendiri. Dia suka lagu India dan lagu-lagu dangdut lainnya,” ujar Sumarni, ibunda Abi.
Soal prestasinya, baik di sekolah maupun saat mengikuti berbagai ajang kontes tarik suara, Abi selalu memboyong hadiah utama.
“Pernah ajang kontes Ajatappareng Abi dapat motor. Inimi yang dipakai bapaknya. Namanya rezeki. Dia juga pernah juara satu di Sidrap dan dihadiahi satu unit motor. Alhamdulillah, semua ini karena rezeki dari Tuhan,” ucapnya terus memanjatkan rasa syukur.
Kedua orang tua Abi, di setiap salatnya selalu mendoakan yang terbaik bagi anaknya. Membanggakan orangtua dan masyarakat Sidrap dan seluruh pendukungnya.
“Setiap saya telepon, selalu saya ingatkan Abi untuk salat lima waktu dan mengaji. Terutama untuk selalu menjaga kondisi kesehatannya agar setiap tampil selalu prima dan menyelesaikan tugas-tugasnya,” ujar Sumarni mengakhiri pembicaraan.
Sementara itu, sebagai sesama putra daerah Sidrap, H Syaharuddin Alrif mengaku lolosnya Abi ke babak final KDI 2018 merupakan suatu kebanggaan tersendiri.
“Mencapai posisi seperti ini tidak gampang. Ini sejarah bagi masyarakat Sidrap, karena perwakilannya tembus final KDI 2018. Kita akan terus maksimalkan seluruh kekuatan dan dukungan, karena Abi merupakan aset daerah yang harus kita perjuangkan di kancah nasional,” uja legislator Partai Nasdem ini.
Ia berharap sekaligus mengimbau kepada seluruh pendukung Abi di mana pun berada, jangan pernah lelah memberikan dukungan. Karena ini merupakan pertaruhan nama baik anak Bugis-Makassar-Toraja-Mandar dan Luwu. (*/rus/b)
