Site icon Berita Kota Makassar

Wabup Terima Tim Penilai Puskesmas

BULUKUMBA, BKM — Wabup Bulukumba Tomy Satria Yulianto menerima kunjungan Tim Penilai Puskesmas Berprestasi Tingkat Provinsi Sulsel di Puskesmas Caile, Rabu (12/9).
Kepala Puskesmas Caile dr Marlah melaporkan Puskesmas yang dipimpinnya merupakan Puskesmas Perkotaan dan Rawat Jalan, membawahi 2 unit Pustu, 6 Poskeslu dan 1 Poskestren (Pos Kesehatan Pesantren), serta memiliki 2 unit ambulance. Puskesmas Caile memiliki motto “Kepuasan Anda Tujuan Kami, Kesembuhan Anda Harapan Kami”, sehingga ketika ada keluhan pelayanan dari masyarakat, pihaknya telah menyiapkan kotak saran untuk ditindak lanjuti.
Menurutnya pihaknya memakai sistem antri dengan menggunakan layar antri digital. Namun demikian, Puskesmas juga memiliki kursi prioritas yang diperuntukkan kepada warga lanjut usia (manula), ibu hamil, anak dibawah umur 1 tahun, dan penyandang disabilitas.
“Jadi keempat kategori prioritas ini, tidak lagi mengambil kartu antrian, tapi dia langsung duduk di kursi prioritas yang telah disiapkan,” ungkap dr Marlah.
Untuk layanan persalinan, sudah beroperasi selama 24 jam yang dipimpin oleh koordinator bidan. Selain itu pihaknya juga telah menyiapkan ruang ramah anak (tempat bermain) serta pojok jamu untuk mempromosikan penggunaan obat tradisional.
Dari sisi manajemen pendataan, saat ini Puskesmas sudah menggunakan pendataan pasien dengan model Family Folder, bukan lagi Personal Folder.
“Jadi data pasien itu dikelompokkan sesuai dengan anggota keluarganya untuk mempermudah menemukan datanya,” bebernya.
Menurut Tomy Satria Yulianto kegiatan tersebut sebagai upaya untuk meyakinkan kepada semua pihak bahwa pelayanan di Puskesmas Caile sudah berjalan dengan baik. Tim penilai akan memberi reward sesuai dengan fakta atau kondisi yang ada serta memberikan masukan jika dinilai masih ada kekurangan yang perlu dibenahi.
Penilaian seperti ini, kata Tomy bukan pada aspek prosedural saja, namun hal tersebut merupakan upaya untuk memotret kebiasaan-kebiasaan pelayanan yang terjadi selama ini, sehingga tidak ada kamuflase di dalam penilaiannya.
“Kami berharap tim penilai memberikan penilaian secara objektif, oleh karena jangan sampai mendapat predikat berprestasi, namun masih ada keluhan pelayanan dari warga di kemudian hari,” ungkat Tomy
Pelayan kesehatan itu, tambah Tomy merupakan pilihan hidup yang luar biasa dan dibutuhkan kemampuan khusus oleh karena mereka menghadapi bermacam karakter dan beragam penyakit. Juga lebih penting dibutuhkan adanya kemampuan respon cepat dari para petugas kesehatan. (min)

Exit mobile version