Site icon Berita Kota Makassar

KKG-PAI Berembuk Alih Kemampuan dan Iptek

MAKASSAR, BKM–Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG-PAI) tingkat Kota Makassar, melakukan rembuk kurikulum dalam mewujudkan guru yang maju, modern dan mandiri. Aktifitas yang diikuti puluhan guru dan kepala sekolah, Rabu (13/9) di SDN Borong itu, mendatangkan tenaga profesional ahli dalam bidangnya, seperti Dr Syarifuddin, Drs Tompo, MH, Hj. Andi Sukmawati, SAg, MPd.I, Drs HM Salim, Darmawati T,SPd.I dan Kurniansyah,SPd termasuk Musli,Spd. MPd (Kepsek SDN Borong).
Dr Syarifuddin yang juga Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Manggala dalam paparannya banyak membahas masalah kualitas masyarakat. Dimana masyarakat Indonesia yang makin bersifat industrialis. Tentunya mengarah pada pola alih kemampuan, alih ketrampilan dan alih Iptek, oleh segenap komponen bangsa yang saling jaling menjaling dan terintegrasi sedemikian rupa. Setiap kemajuan Iptek justru mengintegrasikan jalur dan satuan-satuan, seperti misalnya pelaksanaan kurikulum 13 bagu guru di sekolah dasar dan menengah.(K13) yang menjadi basis pengembangan pembelajaran bagi pendidikan dasar.
Karena itu, jelas Syarifuddin hasil-hasil penelitian terakhir menunjukkan bahwa salah satu faktor penentu mutu pendidikan di sekolah pendidikan dasar, adalah faktor guru yang meliputi kemampuan guru mengelola proses belajar mengajar di kelas, dan kemampuan untuk meningkatkan motivasi belajar anak. Karena itu kelompok kerja ini hanya dapat memiliki operasional yang sehat bila para pengelolanya memiliki kecakapan memecahkan masalah yang terjadi setiap hari, menunjukkan kedisiplinan, memiliki kompetensi dan keterampilan tinggi yang dikembangkan secara terus menerus dalam menghadapi tantangan internal dan eksternal institusi.
Senada dengan itu H Tompo,MH yang juga Kasi PAIS Kementerian Agama Kota Makassar menggarisbawahi perlunya disiplin. Guru selaku masyarakat ilmiah ditantang untuk dapat menjadi pelopor disiplin melalui upaya mewujudkan perilaku yang lengkap dari setiap individu, yaitu perilaku untuk mengetahui dan mengenal atau perilaku kognitif. Perilaku untuk menyenangi dan memahami atau perilaku efektif dan perilaku untuk mengamalkan atau psikhomotorik. Dengan demikian sosok disiplin yang diharapkan akan benar-benar berdaya dan berhasil guna. Terutama dalam melahirkan karya yang lebih berkualitas dan bermanfaat.
Pembawa materi penilaian K13, Sukmawati, MPd.I mengatakan, dengan kurikulum 13 menunjukkan bahwa guru memegang peranan penting dan utama dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan pada pendidikan dasar. Untuk itu rembuk ini bertujuan agar guru harus menguasai bidangnya, terutama bagaimana mengajarkan pelajaran tersebut kepada muridnya. Selanjutnya dengan pelajaran itu, bagaimana murid bisa paham dan mengerti tentang apa yang dipelajari. Karena itu jalur profesionalisme ini harus terwujud. Tanpa profesionalisme tidak mungkin kita berprestasi. Tanpa profesionalisme maka institusi keguruan ini tidak mungkin menjadi unggul, terpercaya dan mandiri. (zai/war)

Exit mobile version