KEHIDUPAN yang keras terkadang membuat seseorang harus bekerja keras. Selama itu tetap fokus maka hasilnya-pun bisa dinikmati. Seperti yang dirasakan Abdul Gafur pembuat plat nomor kendaraan yang mampu menghidupi istri dan tiga orang anaknya.
REPORTER: ARDHITA ANGGRAENI
Dulunya, Gafur hanya berprofesi sebagai tukang reparasi kunci dimana setiap kunci yang ia duplikat dihargakan Rp10 ribu hingga Rp20 ribu. Namun setelah diajak temannya, Gafur tergiur untuk menekuni usaha pembuatan plat kendaraan, yang ternyata membawa keberkahan untuk dirinya. Sejak membuka usaha, setiap minggu Gafur mendapatkan permintaan pembuatan plat sebanyak 10 plat dengan ukuran standar dan 4 buah plat variasi.
“Dulu itu hanya diajak-ajak, ada temanku suruh kalau saya buka usaha plat kendaraan. Karena saya hanya tukang revarasi kunci, sedikit ji didapat,” bebernya saat ditemui penulis di tempat usahanya di Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar depan Bukit Khatulistiwa.
Lanjut Gafur, melalui bisnis membuat plat kendaraan motor/mobil ini biasanya ia meraup untuk sebesar Rp985 ribu per minggu, itupun ia sudah bersih dari modal yang ia keluarkan. Memang saat ini pembuatan jasa plat nomor kendaraan bermotor terlihat masih berdenyut dan menjanjikan, sebab banyaknya pengguna kendaraan bermotor/mobil.
“Kalau pembuatan plat mobil itu standar Rp55 ribu dan variasi biasa sampai Rp200 ribu, jadi bersih-bersihnya itu bisa sampai 900 lebih saya dapat setiap minggu. Ada juga ditabung-tabung dan kasih istri juga,” ucapnya sembari tersenyum.
Walaupun anak-anaknya masih kecil, ternyata Gafur sudah mempersiapkan tabungan pendidikan untuk anaknya dari hasil kerja kerasnya selama ini. Bahkan terkadang jam kerja Gafur tidak menentu, ia memulai usahanya di jam 8 pagi hingga jam 12 malam, tanpa pegawai satupun dan tidak ada hari libur baginya.
“Tidak menentu memang setiap hari banyak, tapi seminggu biasanya sampai 10-15 plat saya kerja. Permintaan, bisa tidak diduga-duga olehnya. Menjadi sebuah kesyukuran juga itu dek,” ujarnya.
Terlebih lagi dirinya, juga dibebani biaya mengontrak rumah, sebab hingga kini ia tidak memiliki rumah tetap. Olehnya itu, kenapa dirinya tidak memiliki jam kerja yang tetap dan hari liburpun dirinya tetap bekerja.
“Tidak bisa diganggu itu kalau tabungan anak, yang sekarang ini saya pusingkan biasanya bayar rumah karena masih mengontrak rumah kah, makanya biar libur begini tetap kerja kah. Saya bercita-cita memiliki rumah sendiri,” harapnya.
Pria 41 tahun ini memiliki tempat usaha tepat di depan Perumahan Bukit Khatulistiwa Jalan Perintis kemerdekaan 16 Makassar.
Menurut Gafur, ia melayani pembuatan plat kendaraan, plat nomor rumah hingga plat rambu lalu lintas yang biasanya disesuaikan dengan permintaan konsumennya.
“Tergantung ji biasanya pesanan orang, tapi paling banyak memang mobil dan motor yang pesan nomor atau hilang platnya. Karena banyak juga saingan, jadi pintar-pintarta’ lagi,” ungkapnya.
Walaupun menurut Gafur, membuka usaha pembuatan plat kendaraan saat ini sudah banyak dan menjamur di setiap pinggir jalan, tetapi usaha tersebut tetap dicari orang.
Ia sendiri mematok harga pembuatan plat kendaraan mulai Rp50-120 ribu. Bahkan ia berinovasi dengan meningkatkan kualitas cat plat nomor kendaraan.
“Itumi lagi dek, karena biasanya orang yang mau pesan plat nomor berbeda-beda ukurannya. Kalau ukuran standar itu Rp50 ribu. Saya juga perbaiki kualitas catnya sehingga tidak mudah hilang,” bebernya.
Selain itu, Pria paruh baya ini juga menjelaskan tiap ukuran plat nomor sepeda motor dengan ukuran standar adalah 10cm x 25cm dan untuk ukuran standar plat nomor mobil adalah 40cm x 13.5cm, begitupun ukuran plat rambu lalulintas dan plat lainnya. Semakin banyak variasai pembuatan plat nomor kendaraan semakin hargnya mahal.
“Sudah ada memang ukurannya untuk mobil dan motor. Tidak ada yang susah dibikin, paling beli bahan baku juga itu lumayan mahal ki dek’, seperti ini aluminium satu lembar itu paling murah Rp100 ribu lebih, karena beda-beda maunya orang jadi harga aluminium yang tebal itu bisa sampai Harga Rp350 ribu,” tuturnya.
Bahan baku yang digunakan dalam pembuatan plat nomor kendaraan tersebut, diakui Gafur disesuaikan keinginan dan permintaan pembelinya. Secara rinci Gafur membeberkan harga bahan baku usahanya, seperti Alumunium, 2m x 1m tebal 1mm, 1 lembar itu ia beli dengan harga Rp 350.000, untuk aluminum dengan tebal 0.5mm 1 lembar seharga Rp 110.000, tebal 0.6mm untuk 1 lembar Rp 150.000.
Begitupun bahan baku dari Akrilik, jika ketebal akrilik mencapai 2mm, 2m x 1m, 1 lembar harganya bisa mencapi Rp 365.000. Sehingga Gafur biasanya mengeluarkan modal untuk bahan baku pembuatan plat kendaraan itu sebesar Rp 975.000 setiap kali membeli bahan baku.
“Tapi tidak sekaligus dibeli, saya cicil biasanya, nanti ada pesan baru saya beli bahannya yang mahal-mahal,” ucapnya.(ita)
