Site icon Berita Kota Makassar

KKG-PAI Gelar Alih Kemampuan dan Iptek

MAKASSAR, BKM–Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG-PAI) tingkat Kota Makassar, menggelar / berembuk alih kemampuan, keterampilan dan alih Iptek Rabu (13/9) di SDN Borong, Kecamatan Manggala. Diikuti puluhan Kepsek dan guru agama utusan 14 kecamatan. Aktifitas ini merupakan pengembangan wawasan dan evaluasi pelaksanaan bedah kurikulum (K13) tahun sebelumnya.
Beberapa tenaga profesional ahli dalam bidangnya hadir seperti, Dr Syarifuddin, Drs Tompo, MH, Hj. Andi Sukmawati, SAg, MPd.I (pemateri), Drs HM Salim, Darmawati T,SPd.I (penyelenggara), Kurniansyah,SPd (K3S), Musli,Spd. MPd Kepsek SDN Borong.
Dr Syarifuddin yang juga Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Manggala paparkan tentang kualitas masyarakat. Dimana masyarakat (guru) makin maju dan kian bersifat industrialis yang mengarah pada pola alih kemampuan, alih ketrampilan dan alih Iptek, oleh segenap komponen tenaga pengajar yang saling jaling menjaling dan terintegrasi sedemikian rupa. Kemajuan Iptek itu justru mengintegrasikan jalur dan satuan-satuan, seperti misalnya pelaksanaan sertifikasi, soal kinerja, dan alih kemampuan penerapan kurikulum yang jadi basis pengembangan, pengelolaan pembelajaran. Menjadi kompetensi dasar bagi guru dalam mengelola PBM di kelas, dalam meningkatkan motivasi belajar anak yang harus dikembangkan secara terus menerus.
Tompo,MH yang juga Kasi PAIS Kementerian Agama Kota Makassar fokus soal disiplin. Selaku masyarakat ilmiah, guru ditantang untuk dapat menjadi pelopor disiplin melalui upaya mewujudkan perilaku yang lengkap dari setiap individu, yaitu perilaku untuk mengetahui dan mengenal atau perilaku kognitif. Perilaku untuk menyenangi dan memahami atau perilaku efektif dan perilaku untuk mengamalkan atau psikhomotorik. Dengan demikian sosok disiplin yang diharapkan akan benar-benar berdaya dan berhasil guna. Terutama dalam melahirkan karya yang lebih berkualitas dan bermanfaat.
Begitu pun Sukmawati menyebut, alih kemampuan dan keterampilan yang sedang dievaluasi ini menunjukkan guru memegang peranan penting dan utama dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan.Karena itu guru harus menguasai bidangnya, terutama bagaimana mengajarkan pelajaran itu kepada muridnya. Bagaimana murid bisa paham dan mengerti tentang apa yang dipelajari. Jalur profesionalisme ini harus terwujud. Tanpa profesionalisme tidak mungkin kita berprestasi, unggul, terpercaya, tuturnya (zai/war)

Exit mobile version