MAKASSAR, BKM — Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah melantik dan mengukuhkan pengurus PKK dan Dekranasda masa bakti 2018-2023 di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Makassar, Jum’at (13/9).
Sebagai Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Sulsel dan Ketua Dekranasda adalah Liestiaty F Nurdin yang merupakan isteri gubernur dan Wakil Ketua Noaemi Octarina.
Kepengurusan Dekranasda, diwakili berbagai unsur. Nurdin optimistis Dekranasda akan semakin kreatif dan inovatif. Pihaknya pun mengharapkan OPD-OPD ikut serta memberikan perhatian pada program-program PKK maupun Dekranasda.
Pada kesempatan itu, gubernur menekankan beberapa hal yang perlu menjadi perhatian. Diantaranya, persoalan narkotika hingga pernikahan dini.
Selain itu, sinergi antara kabupaten-kota juga perlu dilakukan terutama terkait pendidikan anak, pasalnya mendidik dan membangun manusia sejak dari awal dinilai sangat penting.
“Sekarang kunci segala-galanya membangun bangsa ini dengan pengelolaan yang baik,” lanjut Nurdin.
Nurdin juga menyampaikan rencana pembangunan.
Pada kesempatan itu, Nurdin menyampaikan akan membangun rest area di sepuluh titik di Sulsel. Tempat itu nantinya bisa digunakan PKK dan Dekranasda untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan hasil produksi karya para binaannya. Tujuannya untuk menghasilkan nilai ekonomi maupun nilai tambah bagi mereka.
Untuk lokasinya, Nurdin mengatakan masih dalam tahap kajian. Hanya saja, dirinya memastikan akan ditempatkan di beberapa ruas jalan nasional yang ada di Sulsel.
“Bisa saja dari titik satu ke titik lainnya kita atur jaraknya sekian kilometer. Ini sementara didesain modelnya,” kata Nurdin.
Mantan Bupati Bantaeng dua periode ini juga menambahkan, Rest Area ini juga akan memiliki tempat parkir yang luas. Khusus toilet modelnya dibuat bukan standar pemerintahan, tapi standar perusahaan.
“Ada mesjid, klinik, dan beberapa fasilitas lainnya. Inikan skalanya provinsi tentu harus menyiapkan rest area yang nyaman sesuai kebutuhan. Ini juga salah satu cara mendukung pariwisata, menumbuhkan UKM, melalui produk lokal,” paparnya.
Selain itu, dalam rest area ini juga akan dilengkapi ole-ole khas dari daerah tersebut. Seperti di Pangkep ada penjual dange sepanjang jalan. Nantinya tidak ada lagi, semua masuk dalam rest area.
“Makanya ini harus saling bersinergi nantinya kedepan, Pemda yang akan menyiapkan lahannya, Pemprov akan support. Ini juga dapat melibatkan pengurus Dekranasda dalam menghadirkan produk-produk khas Sulsel,” pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman (ASS) menerima investor Cina, Citic Group.
Setelah itu, rapat soal Pembentukan Perusda Pertambangan.
Seperti diketahui, kewenangan soal sumber daya minerba dan pertambangan sudah berada di Pemprov Sulsel sesuai UU Nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah.
Usai rapat ASS mengatakan pihaknya sementara melakukan rapat internal untuk mengkaji rencana tersebut.
“Ini butuh kajian dulu. Kita mau analisa seperti apa resikonya dan bagaimana sisi komersilnya. Begitu juga dari sisi teknis seperti apa,” ungkap ASS.
Dia berharap ketika terbentuk nanti, orang-orang yang terlibat didalamnya bekerja secara profesional.
Sebelumnya Nurdin Abdullah mengakui pembentukan Perusda baru ini dilakukan dengan melihat potensi sumber daya alam yang dimiliki Sulsel. Tak hanya mendirikan Perusda baru, pasangan Prof Andalan juga akan melakukan evaluasi terhadap Perusda yang ada.
“Perusda ini harus menjadi provit center, bukan membebani APBD. Kita punya banyak aset, harusnya menghasilkan jadi kalau disebut down kenapa begitu. Intinya Perusda itu menciptakan lapangan kerja,” katanya.
Mantan bupati Bantaeng ini menyebutkan Perusda harus jeli melihat potensi yang belum dikelola oleh swasta. Seperti pembangunan hotel berbintang di Kepulauan Selayar yang bisa mendukung sektor pariwisata di sana.
Seperti diketahui, saat ini Pemprov Sulsel sudah memiliki Perusda Umum dan Agribisnis. Hanya keduanya belum memberikan kontribusi yang nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah. (rhm)
NA Lantik Pengurus Dekranasda, ASS Rapat Soal Perusda
