GOWA, BKM — Puluhan peserta Diklat PIM IV yang selama ini menjalani masa pendidikan, kini mulai memamerkan proyek perubahan rancangan inovasi.
Sebanyak 30 stand ditampilkan masing-masing peserta diklat dan ditinjau langsung Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan bersama Wabup Gowa Abd Rauf Malaganni serta Sekkab Gowa Muchlis di Baruga Karaeng Galesong kantor Pemkab Gowa, Senin (17/9/2018) siang.
Dalam kegiatan ini mereka akan memamerkan sejumlah proyek perubahan rancangan inovasi dan berbagai bentuk bahan lokal. Para peserta ini merupakan perwakilan dari masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sesuai dengan tupoksinya.
Kepala BKPSDM (Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia) Gowa, Muh Basir menjelaskan kegiatan ini salah satu penilaian pada peserta selama mengikuti Diklat PIM IV. Dalam kegiatan ini para peserta memamerkan sejumlah proyek perubahan rancangan inovasinya.
“Kegiatan ini akan selalu ada dalam Diklat PIM IV, apa yang menjadi hal baru yang terbaik bagi SKPDnya, entah itu mempermudah pelayanan, kalau itu di bagian pelayanan, ataupun memangkas semua birokrasi yang tadinya pengurusan itu harus melewati beberapa meja menjadi satu meja saja. Jadi intinya pelayanan prima,” kata Basir.
Tak hanya itu, proyek perubahan ini merupakan program yang sudah ada di SKPD masing-masing tapi lebih diperbaiki atau bahkan membuat inovasi baru yang menghasilkan sesuatu yang dianggap selama ini dapat memudahkan prosesnya yang rumit.
“Dengan adanya proyek perubahan ini dapat membuat pelayanan jadi mudah dan cepat, malah ada yang lebih menarik lagi dalam seminar ini, semua peserta dalam proyek perubahannya sudah menggunakan teknologi atau dikenal dengan istilah ‘sistem online’, dan jika ini dianggap baik dan memudahkan pelaksanaan kerja di SKPD-nya, maka akan diterapkan,” tambah mantan Camat Biringbulu ini.
Salah satu peserta diklat dari Dinas Perdastri Gowa bernama Andi Muslihuddin menjelaskan tentang rancangan inovasinya yang diberi nama Pisang Rebus.
Menurutnya sistem ini hadir untuk mempermudah pembayaran retribusi bagi pedagang Pasar Sentral Sungguminasa.
“Jadi Pisang Rebus ini singkatan dari Peningkatan Sarana Pembayaran Retribusi Pasar Sentral Sungguminasa. Jadi masing-masing pedagang kami berikan kartu semacam e-Tol yang sudah dideposit sebelumnya,” jelasnya.
Kartu itu bisa diambil di BRI, caranya setiap pedagang mengisi deposit dengan nilai beragam.
“Untuk awal kami kerjasama dengan BRI. Misalnya isi depositnya Rp 10 ribu. Kalau Rp 10 ribu berarti retribusinya selama 10 hari karena nilainya Rp 1.000 per satu hari,” jelasnya.
Setelah sistem itu diterapkan, akan ada kolektor dari pihak pasar yang akan berkeliling untuk menggesek kartu ke masing-masing pedagang. Sistem ini akan mengurangi pungli.
Terutama membantu pengaturan PAD agar langsung masuk ke kas daerah.
“Biasanya kan kalau sistem bayar langsung hasil retribusi itu masih ada di kepala pasar. Tapi kalau sudah diterapkan uangnya langsung masuk ke dinas. Mengurangi pungli lah, karena biasa ada yang dimintai Rp 2.000 padahal hanya Rp 1.000,” katanya.
Dia menambahkan jika saat ini sistem ini sedang disempurnakan untuk secepatnya diterapkan. Paling tidak untuk percobaan selama dua bulan terlebih dahulu.
Usai meninjau masing-masing stand, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan mengapresiasi tinggi. Menurutnya ini salah satu cara untuk menciptakan sebuah proyek atau gagasan dari masing-masing peserta Diklat PIM IV agar setiap peserta mampu menjadi agen-agen perubahan.
“Agen perubahan inilah yang diharapkan mampu menciptakan sebuah inovasi yang tentunya disesuaikan dengan kondisi dan situasi yang ada di daerah Kabupaten Gowa, apakah yang menjadi proyeksi dan proyeknya ini bisa diterapkan di Gowa atau tidak,” kata bupati.
Adnan juga berharap inovasi baru inilah diharapkan bisa diterapkan apa yang menjadi proyek perubahan masing masing peserta, sehingga setiap tahunnya terjadi inovasi, karena daerah itu pasti akan mati kalau tidak ada inovasi yang dilakukan setiap tahunnya.
“Ada beberapa yang menarik. Mereka inilah yang akan menjadi agen perubahan untuk daerah Gowa dari proyek yang mereka hadirkan,” kata bupati. (saribulan)
