Site icon Berita Kota Makassar

PKS Makassar Butuh Dukungan 4 Legislatornya

MAKASSAR, BKM–Partai Keadilan Sejahtra (PKS) Kota Makassar tidak memasukkan empat petahana di dalam bursa calon anggota legislatif (Bacaleg). Di antara petahana itu adalah Irwan ST, Muhammad Iqbal Djalil, Mudzakkir Ali Djamil dan Haslinda Wahab, sementara, Yeni Rahman masih terdaftar.
Ketua DPD PKS Kota Makassar, Anwar Faruq mengatakan, meskipun empat legislator itu telah didepak dalam bursa Bacaleg, namun PKS Makassar tetap membutuhkan mereka dalam memenangkan PKS Makassar pada pertarungan di Pileg 2019.
Olehnya, Anwar berharap petahana bisa mengalihkan suaranya ke Bacaleg PKS Makassar. “Kami mengharapkan petahana yang tidak dipakai lagi untuk membantu mengalirkan suaranya kepada teman-teman yang sedang bertarung,” ungkapnya saat di konfirmasi, Minggu (16/9).
Anwar mengatakan jika seruan itu sangat beralasan. Meskipun tidak dipakai lagi dalam Pileg 2019, tapi keempat legislator itu masih menjadi kader PKS. Sehingga mereka masih berstatus alat PKS yang bisa digunakan untuk memenangkan kandidat legislatif PKS makassar yang akan bertarung. Anwar optimis jika PKS Makassar bisa mencapai target yang sudah disepakati partai. Jika periode yang lalu PKS Makassar bisa meraih 5 kursi, di harap pada Pileg 2019 ini, PKS Makassar bisa mendapat kursi dua kali lipatnya. “Bagaimana pun beratnya medan yang kita tempuh tapi harapan itu tetap kita bawa untuk dedepan mendapat yang lebih baik dan lebih bagus,” ujarnya.
Sementara itu, Legislator PKS Makassar, Iqbal Djalil dan Mudzakkir Ali Djamil, dua-dua pasca pemilihan nantinya, tidak lagi mengurusi soal politik, melainkan keduanya akan fokus mengembangkan usahanya masing-masing. Iqbal akan fokus membangun pesantrennya lagi dan Mudzakkir akan fokus membangun bisnisnya. “Saya fokus dipelantikan anak-anak didik saya dipesantren, tidak ada urus politik. Insy Allah pelantikan tanggal 20 September dan kita sudah bersurat ke DPP meminta untuk membuka acara,” bebernya.
Mengenai permintaan Ketua partainya, Iqbal belum mau bicara banyak mengenai hal tersebut. “Saya tidak mau jawab soal itu,” kilahnya. (ita)

Exit mobile version