Site icon Berita Kota Makassar

Dewan Pertanyakan Kompensasi Penebangan Pohon

MAKASSAR, BKM– Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar mempertanyakan janji dan komitmen pengembang proyek pembangunan tol layang dalam kota di dalam memberikan kompensasi penebangan ratusan pohon di ruas Jalan AP Petta Rani.
Anggota Komisi C DPRD Kota Makassar, Susuman Halim, bahkan meminta ke pengembang untuk taat aturan yang ada dalam melaksanakan proyek-proyek pembangunan.
Pria yang akrab disapa Sugali juga meminta pengembang memperhatikan komitmennya menanam bibit-bibit pohon sebagai kompensasi atas penebangan pohon di Jalan AP Petta Rani, sehingga Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Makassar tidak berkurang.
“Seolah-olah pengembang ini tidak punya kewajiban taat pada perda yang sudah ada. Padahal pengembang wajib mengganti pohon-pohon yang sudah ditebang dan ada perda yang mengatur itu,” tegas Sugali, Senin (17/9).
Olehnya itu, Sugali menjadwalkan untuk segera memanggil pihak pengembang, DLH Kota Makassar dan pihak-pihak terkait lainnya membahas pelaksanaan pembangunan jalan toll layang dalam kota. Apalagi dampak-dampak seperti kemacetan hampir setiap saat dirasakan dan dikeluhkan masyarakat pengguna jalan.
“Wajib pengembang mengganti pohon-pohon yang sudah ditebang di Pettarani. Agar Ruang Terbuka Hijau (RTH) di tidak berkurang dengan adanyan pembangunan jalan layang toll dalam kota. Saya jadwalkan segera panggil pihak terkait,” tambahnya.
Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar segera turun melakukan penanaman bibit-bibit pohon di tiga ruas jalan di Makassar. Tiga ruas jalan itu adalah Jalan Prof Abdurahman Basalamah, Jalan Dangko, dan Jalan Satando.
Ratusan bibit tanaman pohon berbagai jenis yang siap di tanam awal Oktober diperoleh dari pengembang proyek pembangunan jembatan layang tol di dalam kota, sesuai komitmen bersama pemerintah kota.
Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau DLH Kota Makassar, Bahar Cambolong mengatakan, penanaman bibit pohon di tiga ruas jalan dilakukan setelah pembangunan drainase rampung dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar. Penanaman dilakukan bersama pengembang toll dalam kota, pemerintah kota, dan juga komunitas-komunitas lingkungan.
“Ini komitmen pengembang mengganti pohon-pohon yang sudah ditebang sepanjang Jalan AP Pettarani. Ratusan bibit pohon kompensasi dari pengembang. Oktober sudah bisa turun melakukan penanaman,” sebut Barcam, Senin (17/9).
Jenis bibit-bibit pohon kata Barcam yang akan ditanam di tiga ruas jalan adalah jenis pohon ketapang kencana, karet kuning, tabebuiya, kembang kertas, dan sepatu dea. Jumlah bibit pohon yang disediakan pengembang yaitu, PT Bosowa Marga Nusantara sebanyak 6.000 bibit.
“Sudah komitmennya dan harus ditepati. Di Jalan AP Pettarani 1.000 pohon ditebang, dan kompensasinya sebanyak 6.000 pohon berbagai jenis termasuk mangrove,” tutupnya. (arf)

Exit mobile version