MAKASSAR, BKM — Banyak rencana menarik yang ingin dilakukan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah di masa kepemimpinannya. Peluang kerjasama dengan berbagai pihak dibuka lebar. Termasuk dengan pihak kampus.
Di awal-awal pemerintahannya, NA secara khusus menyambangi kampus-kampus yang ada di Kota Makassar. Salah satunya, mengunjungi Universitas Muslim Indonesia (UMI), Senin (17/9).
Dalam pertemuan itu, Rektor UMI, Prof Basri Modding berharap, gubernur bisa memfasilitasi UMI untuk menjajaki kerjasama dengan kampus-kampus di Jepang.
Bahkan Nurdin Abdullah berjanji siap memfasilitasi kerja sama pendidikan antara Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, dengan universitas di Jepang dengan model “Sister University.”
“Saya kira banyak hal yang bisa kita petik dengan kerja sama itu, minimal kerja sama bidang penelitian,” kata Nurdin Abdullah usai melakukan pertemuan dengan Rektor UMI dan jajarannya di Makassar.
Selain kerja sama penelitian, bidang lain yang dapat digarap adalah pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) civitas akademika UMI.
“Peningkatan kapasitas dosen UMI, yang mau melanjutkan pendidikan bisa lebih mudah, mereka juga sudah siap beasiswa,” ujarnya.
Nurdin yang juga alumni dari Universitas Kyushu Jepang ini, merasa yakin jika kerja sama pendidikan ini dapat dilakukan dan dikembangkan.
“Nanti kita coba jembatani, apalagi kita akan peringati 60 tahun hubungan Indonesia Jepang,” ucapnya.
Pihaknya, kata Nurdin, akan menjalin sinergi dengan perguruan tinggi yang ada di Sulsel, baik dengan UMI maupun universitas lain di Indonesia, untuk memastikan para lulusan universitas terserap oleh lapangan kerja.
“Kita tidak hanya menghasilkan luaran, tetapi harus ada dipublikasi. Enam bulan sebelumnya sudah ada pengumuman, kita akan menghasilkan sarjana seperti ini dengan kualifikasi seperti ini. Kita nanti akan kerja sama, kita imbau pengusaha, pemerintah dan perguruan tinggi untuk bersinergi. Setiap tahun harus jelas data keluaran kita, apakah sesuai angkatan kerja yang ada,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sulsel di hari yang sama mematangkan rencana pembentukan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pertambangan. Salah satunya dengan menjajaki perusahaan yang akan diajak kerja sama seperti PT Vale.
Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman melakukan pertemuan dengan Presiden Direktur PT Vale, Nico Kanter di Ruang Kerja Wagub Sulsel.
“Soal Perumda masih dalam kajian. Kita pelan-pelan dulu, gali informasi. Setelah itu baru kita lihat nilai komersial, lingkungan dan peluangnya,” kata Sudirman.
Terkait pertemuan dengan PT Vale, Sudirman menyebutkan untuk meminta data yang telah diberikan kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Termasuk situasi dan kendala yang ada di lapangan.
“Mereka siap membantu, dia bilang kami sudah serahkan secara aturan serahkan ke ESDM. Secara perusahaan kami juga serahkan ke Pemprov. Data itu untuk aset kami,” jelasnya.
Sementara itu, Presiden Direktur PT Vale, Nico Kanter menyebutkan pertemuan dengan Wagub Sulsel membahas rencana penambahan investasi. Serta kerjasama antara Pemprov Sulsel dengan PT Vale.
“Beliau hanya ingin melihat kendala yang dihadapi untuk lebih optimal dalam beroperasi maupun investasi. Kita selalu bekerjasama dan bersinergi terus dengan Pemprov. Pemprov merupakan perpanjangantangan pusat berkaitan dengan izin,” katanya.
Terkait rencana Pemprov Sulsel membentuk Perumda Pertambangan, Nico memberikan apresiasi. “Kalau memang ada yang baik, kenapa tidak. Semua ide perlu dicoba,” pungkasnya. (rhm)
Fasilitasi UMI jadi Sister University
