Site icon Berita Kota Makassar

Komunitas Peduli TB-HIV Aisyiyah Maros Diskusikan Penyakit TB

MAROS, BKM — Community TB (Tuberculosis)-HIV (Human Immunodeficiency Virus) Care Sub-Sub Recipient (SSR) Aisyiyah Maros atau Komunitas Peduli TB-HIV Aisyiyah Maros, menggelar diskusi seputar penyakit Tuberculosis atau TB.
Diskusi ini melibatkan beberapa lembaga dan organisasi, yakni Aisyiyah, Muhammadiyah, Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah, lembaga perempuan Maupe Maros, Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Maros, dan Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (Persakmi) Maros.
Diskusi ini menjadi lebih menarik dan menantang para peserta untuk mengetahui lebih lanjut tentang penanganan Tuberculosis dengan kehadiran Ketua DPRD Maros, HAS Chaidir Syam yang memberi semangat dan memotivasi peserta mengenai kebijakan publik yang penting seputar TBC agar diketahui masyarakat umum.
Juga hadir Sekretaris Bappeda Maros, Muh Nur menguraikan tentang perencanaan dan penganggaran. Selain membahas tentang isu dan manajemen isu, peserta juga diberikan tips dan trik dalam mengelola isu TB melalui media sosial, kegiatan kampanye sampai kegiatan penggalangan dana atau fund raising yang diantarkan oleh fasilitator kegiatan, Yustiana Usman dan Andi Bunga Tongeng. Sementara Koordinator Program CSO-SSR Aisyiyah Maros, Muh Hakil tampil memandu narasumber.
Kepala SSR Aisyiyah Maros, Andi Masnah Azis menyampaikan, diskusi berbentuk Capacity Building of CSO (Civil Society Organisations) tersebut berlangsung di ruang rapat sekretariat daerah Maros, Minggu (16/9). Dalam diskusi itu terungkap, ternyata satu orang penderita TB atau populer disebut TBC bisa menulari 10-15 orang, jika tidak berobat sampai sembuh. (ari/mir/c)

Exit mobile version