MAKASSAR, BKM — Hari ini, Rabu (19/9) pemerintah akan mengumumkan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Pengumuman itu molor tiga hari dari jadwal awal. Seharusnya, Rabu (19/9), sudah memasuki tahap pendaftaran. Namun, hingga saat ini belum ada kejelasan kapan tepatnya pendaftaran akan dilakukan.
Kendati hari ini, seleksi CPNS sudah akan diumumkan, namun Pemprov Sulsel belum juga menyempaikan formasi terkait jurusan dan posisi yang akan diterima.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel Ashari Fakhsirie Radjamilo menegaskan, tidak ada perubahan formasi dari jatah yang telah diberikan Kemenpan RB untuk Pemprov Sulsel.
Untuk detail posisi yang akan diterima, lelaki yang akrab disapa Karaeng Jaja itu mengaku belum bisa mengekspose ke publik. Karena pihaknya masih menyusun nomenklatur jabatan atau posisi yang akan dibuka.
“Tapi Insyaallah besok (hari ini) kita sudah akan sampaikan jabatan dan jurusan apa yang akan dibuka. Jabatan dengan nomenklatur jangan sampai ada yang salah,” ungkapnya.
Terkait kejelasan jadwal pendaftaran, Ashari menjelaskan belum ada informasi dari BKN. “Jadi tanggal 19 September itu bukan pendaftaran yah. Baru pengumuman seleksi CPNS. Jadwal pendaftarannya masih tentatif. Kami terus berkoordinasi dengan BKN dan Kemenpan RI soal ini,” ungkapnya.
Pada penerimaan CPNS tahun ini, Pemprov Sulsel mendapat kuota CPNS sebanyak 401 orang. Sebanyak 151 untuk guru, tenaga keseharan 100 dan sisanya formasi umum.
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, menegaskan untuk formasi umum di luar guru dan tenaga kesehatan, harus diprioritaskan menerima tenaga teknis. Jangan tenaga administrasi.
“Kita sangat butuh tenaga teknis. Bukan tenaga administrasi,” ungkapnya.
Pendaftaran dilakukan serentak secara daring/online oleh Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) yang secara teknis dikoordinasikan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) melalui portal pendaftaran daring/online (sscn.bkn.go.id).
Pendaftaran berlangsung sekitar dua minggu. Dan yang memenuhi syarat akan diumumkan pada 16 Oktober 2018.
Sedangkan pelaksanaan tes Computer Assisted Test (CAT), Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) digelar 20 Oktober. Hasil tesnya akan diumumkan 30 November.
Aksi FHK2-I
Bertepatan dengan pengumuman penerimaan CPNS, hari ini menurut rencana, sekitar 1.000 lebih honorer kategori 2 (K2) yang tergabung dalam Forum Honorer Kategori 2 Indonesia (FHK2-I) akan menggelar aksi unjuk rasa. Tuntutan utama mereka adalah meminta pemerintah menunda penerimaan CPNS.
“Kita minta sampai ada perubahan regulasi terkait pengangkatan honorer K2 menjadi CPNS. Kita minta pasal 131 yang mengatur batasan usia di Undang-undang nomor 5 tahun 2014 tentang ASN direvisi khusus untuk honorer,” kata Koordinator Aksi Abdillah, kemarin.
Dia menyebutkan, aturan tersebut menjadi kendala bagi honorer K2 untuk menjadi CPNS. Di mana dari 22 ribu honorer K2 yang ada di 24 kabupaten-kota dan Pemprov Sulsel, sekitar 90 persen usianya sudah di atas 35 tahun.
Terkait aksi yang dilakukan, sampai kemarin sore sudah ada 1.000 lebih tenaga honorer K2 yang siap ikut. Mereka akan berkumpul di DPRD Sulsel sekitar jam 10.00 Wita untuk melakukan audiensi. Setelah itu bergerak ke kantor gubernur.
“Intinya, kami mendesak pemerintah pusat melalui pemerintah provinsi untuk menunda dulu penerimaan CPNS. Kasihan honorer K2 yang sudah puluhan tahun mengabdi,” jelasnya.
Kuota Minim
Minimnya kuota penerimaan CPNS di Makassar mendapatkan sorotan dari anggota DPRD setempat. Apalagi kebutuhan guru atau tenaga pendidik sebanyak 900 orang dari kuota 481 yang disediakan.
Ketua Komisi D DPRD Kota Makassar Sampara Syarif menegaskan, pihaknya sudah meminta agar masalah pada kuota penerimaan CPNS dapat segera diselesaikan dan teratasi. Pemkot Makassar diminta untuk mengusulkan kembali ke pemerintah pusat untuk pengangkatan CPNS guru dengan kuota yang lebih baik.
“Kami sayangkan jatah pemkot cuma 481 orang. Kuota belum memadai dengan jumlah kebutuhan guru saat ini. Sebaiknya Pemkot berusaha ke Kemenpan untuk menambah alokasi jatah guru untuk Makassar,” ujar Sampara Syarif. (rhm-arf/rus)
