CORAK jok motor juga terkadang menjadi variasi sendiri bagi sebagian masyarakat. Tak ingin hanya berwarna hitam polos, banyak juga masyarakat yang sengaja mengganti jok motornya supaya terlihat lebih menarik. Bisnis inilah yang sampai sekarang menjanjikan, seperti yang dilakoni Hendra.
Laporan: NUGROHO
Mengganti jok motor juga bukan hanya kesenangan semata, namun banyak yang mengganti karena kebutuhan. Misalnya saat jok motor telah rusak, menggantinya adalah solusi yang baik guna kenyamanan para pengguna.
Untuk mengakomodasi itu semua, kini banyak orang yang menyediakan jasa ganti jok motor. Biasanya orang-orang ini membangun lapak kecil sendiri di pinggir jalan dan memajang berbagai macam jok motornya. Seperti halnya Hendra, penyedia jasa mengganti jok motor yang berada di Jalan Dg Tata Makassar.
Dilapak kecil yang hanya terbuat dari susunan kayu ini, Hendra mengais rezeki tiap hari. Letaknya dipinggir jalan, tepat disamping SPBU Parangtambung. Tiap pagi hingga sore hari, ia menunggu orang-orang yang datang untuk memakai jasanya.
Pria 32 tahun ini mulai berangkat dari rumahnya di Taeng, Kabupaten Gowa pukul 09.00. Tak peduli panas maupun hujan, ia tak pernah melewatkan seharipun untuk bekerja. Pasalnya ia mengatakan, tak mudah menghidupi dua istrinya jika tak menunggu pelanggan.
Ya, Hendra memiliki dua istri yang kini tinggal terpisah. Istri pertamanya tinggal di Jalan Rappocini, sedangkan istri keduanya tinggal bersama dirinya di Taeng. Dari kedua istrinya, Hendra memiliki tiga anak yang kini harus pula ia hidupi. Anak pertamanya sendiri saat ini telah menginjak kelas 2 SMP, membuatnya harus bekerja lebih keras.
Berbagai macam variasi jok motor ia jual ditempatnya. Mulai dari yang berbahan tipis sampai tebal, mulai dari yang polos sampai Bercorak, ada yang halus, ada juga yang kasar. Dan setiap yang membeli, akan sekalian dipasangkan joknya oleh Hendra.
Motifnya pun bermacam-macam. Ada yang berwarna merah, oranye, biru, dan warna lainnya. Ada juga yang bergambar berbagai tokoh kartun seperti doraemon, hello kitty, pokemon, dan sebagainya.
“Harganya juga macam-macam, dari Rp50 ribu sampai Rp100 ribu. Kalau yang paling murah ini yang polos baru tipis kainnya. Yang paling mahal yang bahannya tebal dan sedikit kasar. Kalau yang motif-motif itu kisaran Rp 85 ribu dan Rp 90 ribu,” kata Hendra.
Dalam setiap jok yang dijual, Hendra mengatakan hanya mendapat keuntungan sebesar Rp20 ribu. Itu jika ada yang membeli, karena Hendra juga mengatakan kadang juga tak ada pembeli yang datang ke tempatnya dalam sehari.
Setelah hampir seharian di lapak jualannya, Hendra biasa baru menutupnya sore hari. Tiap jam 17.30, baru dirinya pulang lagi ke rumahnya di Taeng.(nug/b)
