MAKASSAR, BKM– Semakin tidak terkendalinya jumlah sampah dan produksi limbah milik pedagang di Pasar Pa’ baeng-baeng, membuat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar meminta pihak pengelola pasar mengkoordinir seluruh pedagang untuk tidak membuang limbahnya di kanal.
Kepala Bappeda Kota Makassar, Hadija Iriani menyebut, meski pengelolaan kanal ini bukan wewenang Pemerintah Kota Makassar tapi kondisi kanal perlu dijaga. Tempat pembuangan limbah Pasar Pa’baeng-ba’eng memerlukan perhatian khusus pihak terkait utamanya kepala pasar.
Sehingga seluruh pedagang yang menjual dekat kanal sadar akan kebersihan dan tidak membuang sampahnya di kanal. Ketika limbah pedagang Pasar Pa’baeng-ba’eng semuanya dibuang dan tertampung di kanal, tentu dapat menimbulkan permasalahan bagi masyarakat utamanya dari segi sanitasi.
“Pengelolaan kanal memang bukan wewnang pemerintah kota, tetapi kondisinya harus perlu dijaga. Karena tentu memberikan dampak dan sangat berbahaya terhadap lingkungan dan masyarakat setempat,” sebutnya, Rabu (19/9).
Iriani menyebut, keberadaan pasar dadakan di Makassar masih menimbulkan permasalahan sosial dan dampaknya di rasakan langsung oleh masyarakat setempat. Lurah maupun camat diminta turut aktif turun tangan melihat dan mengkoordinir. Sebab pasar liar yang hadir dipinggir jalan sberpengaruh terhadap masyarakat setempat karena menimbulkan kemacetan utamanya pada pagi hari.
“Pasar liar ini harus ditertibkan oleh pemerintah dan aparat setempat utamanya lurah karena dia memiliki wilayah, ketika ini dibiarkan akan berdampak pertama kenyamanan masyarakat dan kemacetan,” tutupnya. (arf)
Sampah di Pabaeng-baeng tak Terkendali
