MAKASSAR, BKM — Suasana di malam hari, Selasa (18/9) sekitar pukul 20.00 Wita, masih ramai. Seperti biasa, aparat Kepolisian (Polsek) Panakkukang tengah melakukan patroli wilayah guna mengantisipasi tindak kejahatan.
Telepon genggam Panit II Reskrim Ipda Roberth Hariyanto Siga berdering. Ia menerima informasi ada sesuatu yang mencurigakan di sebuah kamar pada sebuah pondokan.
Tim Resmob pun langsung bergerak ke lokasi. Terlebih dahulu dilakukan pengintaian pada sebuah kamar yang mencurigakan. Beberapa personel melangkah pelan dan mengendap-endap.
Dari dalam kamar terdengar suara. Ada perempuan, ada pula laki-laki. Kuat dugaan jika mereka yang ada di dalam kamar tersebut bukanlah pasangan suami istri. Personel Resmob yang diback up Binmas setempat langsung menggerebeknya.
Ternyata, di dalam kamar itu ada lima orang. Tiga perempuan, seorang waria serta satu orang pria. Mereka kemudian digeledah. Petugas menemukan barang bukti berupa tiga buah alat kontrasepsi, serta tiga unit gawai. Selanjutnya, polisi menggiring kelimanya ke Mapolsek Panakkukang untuk diperiksa.
Satu persatu dari mereka ditanyai identitas dan usianya. Tiga perempuan yang terlibat dalam praktik prostitusi ini ternyata masih berusia belia. Bahkan di bawah umur.
Mereka adalah Im (17), warga Jalan Sukamaju 8. Gb dan Sc yang masing-masing berusia 15 tahun, beralamat di Jalan Sepakat.
Seorang pria yang bersama ketiganya adalah And (17), berdomisili di Jalan Sukamaju 8. Sedang yang waria bernama Sultan alias Eva (20), tinggal di Jalan Sepakat.
Kepada polisi, Im dan Gb bertutur tentang aktivitas ilegalnya. Saat digerebek, mereka mengaku hendak melayani seorang pelanggannya And.
Awalnya, mereka berkenalan lewat media sosial (medsos) Beetalk. Lewat dunia maya, disepakati untuk bertransaksi. Tarifnya Rp1 juta sekali kencan.
”Itu kesepakatan antara mami dengan pelanggan,” ujar IM yang diamini Gb. Mami yang dimaksud adalah Sultan alias Eva. Waria tersebut bertindak selaku muncikari.
Polisi lalu menginterogasi Eva. Awalnya dia sempat berkelit menjadi muncikari. Namun belakangan Sultan mengakui perannya dalam praktik prostitusi ini.
”Saya juga biasa cari pelanggan sendiri, Pak. Tapi lokasinya di Pekuburan Panaikan. Tidak sama itu cewek yang dua. Mereka sudah berkelas. Banyak yang dia dapat,” terangnya.
Petugas terus meminta Eva untuk berterus terang. Akhirnya, ia bersedia mengungkap peranannya.
“Kalau saya dapatkanki pelanggan dengan bayaran Rp500 ribu sekali kencan, saya dapat fee Rp100 ribu sampai Rp 200 ribu. Biasanya main lewat medsos Beetalk. Di situ saya tawarkan kepada pelanggan,” ungkapnya.
Eva mengaku, sebelumnya ia adalah lelaki jantan hingga duduk di bangku SMA. Hanya saja, setelah itu dirinya lebih banyak bergaul dengan perempuan. Akhirnya dia pun menjadi seorang waria.
Kapolsek Panakkukang Kompol Ananda Fauzi Harahap, mengatakan penggerebekan lima orang tersebut dilakukan pada sebuah pondokan di Jalan Pengayoman.
”Mereka diamankan saat hendak berbuat mesum. Dari hasil pemeriksaan, seorang waria yang ditangkap bertindak selaku muncikari. Kasusnya masih dalam penyelidikan,” kata Kapolsek. (ish/rus)
Tiga Gadis Belia Digerebek Bersama Pelanggan
