Site icon Berita Kota Makassar

Diisi Tim Sukses, Anggaran TP2D tak Ada

MAKASSAR, BKM — Pembentukan Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) Provinsi Sulsel menuai pro dan kontra. Terutama menyangkut nama-nama yang masuk dalam tim, serta anggaran yang disiapkan untuk pembayaran tunjangan mereka.
Seperti dikemukakan Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulsel Fachruddin Rangga. Politisi Partai Golkar ini mengungkapkan, seharusnya yang menjadi prioritas gubernur dan wakil gubernur terpilih adalah pembentukan tim yang akan menggodok program RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) yang tidak lama lagi akan disusun. “Saran saya, lebih mendesak jika tim RPJMD yang dibentuk,” terangnya, Kamis (20/9).
Jika berbicara tim percepatan, idealnya sebelum gubernur dan wakil gubernur dilantik, diberi kesempatan untuk bekerja.
Kehadiran TP2D ini dikhawatirkan bukannya mempercepat pembangunan di Sulsel, tapi malah memperlambat. Alasannya, jangan sampai kehadiran tim ini membuat OPD (Organisasi Perangkat Daerah) di Pemprov Sulsel susah untuk mengambil sikap.
Soal anggaran yang akan digunakan tim tersebut dalam bekerja, tentunya bersumber dari APBD. Apalagi ada SK yang menguatkan TP2D tersebut.
Sejauh ini, kata Fachruddin Rangga, pemprov belum memasukkan usulan ke DPRD soal penganggarannya. Sehingga tim tersebut belum memiliki anggaran tersendiri. Namun, dia berjanji akan mengawal hal ini nantinya. “Teman-teman di Banggar tentu akan mengawal hal itu,” jelasnya.
Fachruddin juga mempertanyakan kenapa TP2D ini melekat di Biro Pembangunan dan Pengadaan Barang dan Jasa. Seharusnya kalau bicara program, apalagi percepatan pembangunan, melekat di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).
Dosen politik Unhas Dr Azwar Hasan, menyebut keputusan yang diambil NA hanya karena pertimbangan subjektif semata. “Itu artinya keputusannya berdasarkan pertimbangan subjektif dan atas dasar balas jasa,” ujarnya, kemarin.
Menurut Azwar Hasan, mengurus pemerintahan itu harus profesional dan objektif. “Mengurus pemerintahan itu harus profesional dan objektif , dengan tidak menjadikan faktor lawan dan kawan sebagai dasar pertimbangan. Karena pemerintahan itu bukan wilayah politik,” cetusnya.
Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah pun angkat bicara. Menurutnya, tim ini dibentuk untuk melakukan sinkronisasi program antara pemerintah pusat, provinsi hingga kabupaten-kota. Serta melakukan pemantauan dan perencanaan sampai pelaksanaan program kerja di setiap OPD.
Terkait susunan TP2D, Nurdin mengatakan, diisi oleh akademisi dan profesional. Meski demikian, dirinya juga mengakui ada beberapa anggota TP2D yang merupakan mantan tim sukses di Pilkada 2018 lalu.
“TP2D itu diisi guru besar yang cukup bagus. Kalau pun ada tim sukses, ya memang orang pilihan kita. Yang kemarin ikut memberikan kontribusi,” sebutnya.
TP2D ini akan bekerja mendampingi Gubernur Prof Nurdin Abdullah dan Wakil Gubernur Andi Sudirman Sulaiman selama lima tahun. Mereka akan berkoordinasi dengan seluruh OPD lingkup Pemprov Sulsel.
Mantan bupati Bantaeng ini menyebutkan tugas berat yang diemban oleh TP2D harus didukung anggaran yang memadai. Tak hanya anggaran, TP2D ini memiliki ruangan khusus di lantai empat gedung utama kantor gubernur.
“Harusnya diberikan lebih baik, lebih besar. Ini orang pilihan. Jangan harap hasil yang besar sementara honor kecil. Untuk di APBD Perubahan ini masih kecil. Kalau 2019 nanti kita dialog dengan DPRD karena dia punya hak budgeter,” katanya, Kamis (20/9).
Tak hanya TP2D, Nurdin juga mengangkat 29 orang tim tenaga ahli. Mereka terbagi dalam lima bidang. Mulai pemberdayaan ekonomi masyarakat, pemerintahan dan hukum, pembangunan manusia, infrastruktur serta pemuda dan komunikasi kreatif.
Anggota DPRD Sulsel dari Fraksi Demokrat Darmawansyah Muin, melihat Gubernur NA telah bekerja keras untuk menyusun struktur tim TP2D yang akan membantunya dalam percepatan pembangunan daerah.
“Terlepas orang-orang yang mengisi adalah sebagian besar adalah tim sukses beliau, itu bukanlah sebuah masalah yang penting. Orang-orang yang masuk itu jelas kontribusi pemikiran dan kinerjanya. Jika dilihat memang sebagian besar adalah ahli di bidangnya,” jelas Darmawansyah, kemarin.
Harapannya, semoga tim yang dibentuk dapat bekerja maksimal dan lebih efektif agar kemajuan dari seluruh sektor dapat segera rakyat rasakan. (rhm-rif/rus)

Exit mobile version