MAKASSAR, BKM — Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah komitmen melakukan efisiensi terhadap belanja pegawai. Tujuannya, agar anggaran untuk pembangunan bisa lebih dimaksimalkan.
Dia mengemukakan, saat ini, pihaknya mencoba bersama organisasi pemerintah daerah (OPD) melakukan break down untuk melihat pos-pos anggaran yang bisa dihemat.
“Kita mau lihat-lihat sektor mana yang boros. Kita juga ingin nanti satu pintu. Tidak ada lagi OPD pegang uang makan, dan ATK. Itu satu pintu saja supaya lebih terkontrol. Kita juga tidak sulit pemeriksaan BPK,” ungkap Nurdin saat memeriksa kendaraan dinas milik Pemprov Sulsel, Kamis (20/9).
Walaupun melakukan efisiensi, namun Nurdin menekankan jangan sampai layanan terhadap masyarakat jadi terganggu.
Dia optimistis, kalau aksi hemat-hemat dilakukan, akan memacu sektor pembangunan lebih baik dan kesejahteraan pegawai melalui tunjangan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bisa lebih tinggi dibanding yang diberikan saat ini.
Lebih jauh dikemukakan, pihaknya juga harus terus mendorong sektor produktif supaya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sulsel bertambah. Salah satunya dengan memaksimalkan Perusahan Daerah (Perusda) yang saat ini belum maksimal memberikan kontribusinya.
“Kita punya Perusda. Mungkin kita butuh penyegaran. Mencari orang-orang profesional. Kita kasih tantangan. Gajinya bisa lebih besar dari gubernur tidak apa-apa. Tapi kalau dia bisa menghasilkan lebih besar,” tegasnya.
OPD juga harus menjadi profit centre.
Dia memberi contoh, misalnya sektor pertambangan. Difasilitasi instansi terkait, Perusda bisa mengelola tambang nikel yang ada di Sulsel.
“Kita punya lahan nikel seluas 48 ribu hektare, kalau Perusda kelola akan membuat PAD kita meningkat.
Kendati akan melakukan efisiensi belanja pegawai, namun Nurdin menekankan agar setiap OPD memperhatikan ASN golongan I dan II. Mereka harus diberikan tunjangan penghasilan yang layak. Karena sebenarnya beban kerja mereka cukup berat.
“Mereka harus diberikan tunjangan penghasilan yang layak. Karena sebenarnya beban kerjanya kita itu lebih nyaman. Kita bekerja di ruang ber AC, dibawa sama sopir, tapi yang sopir sudah ngantuk-ngantuk dipaksa. Cuma saya minta pada teman-teman driver jangan bawa mobil sambil tidur,” candanya. (rhm)
Efisienkan Belanja Pegawai
