Site icon Berita Kota Makassar

Luhur: Kontestasi Pileg Berbeda Dengan Pilwali

PENGAMAT Politik Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh) Luhur A Priyanto mengatakan kontestasi Pileg sangat berbeda dengan Pilwali. Preferensi pemilih tentu juga berbeda. “Di Pilwali, kerja-kerja partai politik bersinergi dengan kekuatan birokrasi pemerintah, ormas dan relawan,”ucapnya.
Sementara di kontestasi Pileg, lanjutnya sistem pemilihan model popular vote membuat kerja-kerja partai politik lebih dominan. Bahkan pertarungan Caleg terjadi secara internal dan eksternal. “Partai yang mengusung calon tunggal ataupun mendukung kotak kosong di Pilwali, tentu punya strategi menghadapi Pileg. Klaim-klaim kemenangan di Pilwali tidak bisa dijadikan ukuran utama, karena kerja-kerja elektoral di Pilwali tidak hanya di lakukan oleh partai politik, bahkan lebih dominan peran relawan, ormas RT/RW serta birokrasi,” tuturnya.
Dia menjelaskan, partai peraih kursi terbanyak nantinya akan ditentukan oleh formasi Caleg yang di tawarkan partai politik. Bahkan, kata dia, beberapa Parpol nekat mencalonkan kandidat baru yang belum uji elektoral. Dan membuang kandidat yang sudah teruji dengan basis pemilih yang terukur.
Untuk tiga partai baru yang konsisten mendukung DIAmi dan kolom kosong, kata dia, tetap harus kerja keras. Dan pastinya harus menawarkan figur yang mumpuni jika ingin punya kursi di DPRD Makassar. Meski startnya sudah bagus dengan berhasil memenangkan kolom kosong. “Komposisi kekuatan di DPRD, di tentukan strategi dan formasi caleg yang di tampilkan. Partai-partai lama selalu di untungkan oleh aktivitas pembinaan basis, dibandingkan dengan partai baru,” tutupnya. (ita/rif)

Exit mobile version