Site icon Berita Kota Makassar

Perusahaan Tempat Kerjanya Sempat Bangkrut

HENDRA memulai usahanya sejak kurang lebih sembilan tahun lalu. Tepatnya pada tahun 2009. Berawal dari bangkrutnya perusahaan tempatnya bekerja.

Laporan: NUGROHO

Hendra awalnya bekerja sebagai supir mobil box yang mendistribusikan barang ke semua daerah di Sulsel. Namun pada 2009 lalu ia keluar karena perusahaannya saat itu tutup karena mengalami kebangkrutan. Beberapa bulan kemudian, ia langsung banting setir ke usaha ganti jok motor yang ia dirikan sendiri.
Awalnya ia tak memiliki keahlian tersebut. Namun karena seorang temannya ada yang memiliki usaha ganti jok motor, ia pun mulai tertarik dan mencobanya. Ia mengatakan harus melakukannya karena himpitan ekonomi.
“Kalau tidak ada mi kerja ta begitu, ya harus mi ki lakukan apapun. Karena ada istri ada anak. Saya pelajari ini dari teman ji, cepat ji juga dipelajari, hanya dua hari bisa ma juga, jadi saya buka,” kata Hendra.
Modal yang ia keluarkan untuk membuka lapaknya berasal dari tabungannya selama ini. Untung saja selama menjadi supir, ia sempat menyisihkan uangnya.
Hanya bermodalkan kain lapisan jok motor, busa, klip besar, dan gergaji besi, ia sudah bisa mengganti jok motor. Pengerjaannya pun relatif singkat, biasanya hanya sekitar 20 menit saja sudah bisa selesai.
Hendra mengatakan, tak mudah juga menjalani kesehariannya sebagai pengganti jok motor. Bukan dari menggantinya, namun dari sisi kuantitas pelanggannya.
Ternyata dalam seharinya, tak banyak orang yang menggunakan jasanya. Sehari biasanya hanya ada dua sampai tiga orang yang datang untuk mengganti. Walaupun tak dipungkiri Hendra bahwa ada banyak yang datang hanya sekedar bertanya-tanya saja.
Keuntungan yang didapatpun juga relatif sedikit. Ia mengatakan, sudah sangat bersyukur jika ia bisa mendapat Rp 100 ribu dalam sehari. Karena ada juga kalanya dalam sehari ia tak mendapat keuntungan sama sekali.
Walaupun begitu, Hendra juga merasa senang dengan pekerjaannya kini. Berbeda dengan pekerjaan sebelumnya, saat ini Hendra merasa bebas untuk melakukan apapu. Tak ada yang mengaturnya dan ia pun bebas mengekspresikan keterampilannya dalam memasang jok motor.
“Ini kan keterampipan saya sendiri, usaha sendiri. Tidak ada sekarang yang atur-atur,” ucapnya.
Selama ini pun para pelanggannya terhitung puas dengan hasil kerjanya. Karena selama ini dikatakannya tak pernah ada satu orangpun yang melakukan komplain. Salah satu hal yang kadang membuatnya risih adalah pelanggan yang menawar terlalu berlebihan.
“Banyak orang yang menawar jauh sekali, jauh dibawah modal. Harga Rp 100 ribu, biasa dia tawar sampai Rp 25 ribu. Padahal modalnya saja ndak sampai. Tapi biar begitu ndak apa-apa ji, karena begitu mi memang resiko ta,” tambah Hendra.
Ia pun masih memiliki harapan besar untuk melakukan usaha yang lebih besar. Atau lebih membesarkan lagi usahanya ini. Karena biar bagaimana pun, kebutuhan keluarganya ia katakan juga pasti akan semakin besar.
“Mungkin nanti lama-lama akan lebih pesar lagi kebutuhanku. Jadi ya tentu kalau ada pekerjaan lain yang lebih baik, lebih bagus. Atau kalau bisa juga, ini usahaku mau k kasih besar saja,” tutupnya.(nug/b)

Exit mobile version