MAKASSAR, BKM — Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah memasukkan agenda pembangunan rumah sakit regional dalam salah satu program prioritasnya selama memimpin provinsi ini. Rencananya, orang nomor satu di Sulsel ini akan menghadirkannya di enam daerah.
Nurdin menjelaskan, pembangunan Rumah Sakit Regional tersebut bagian dari mewujudkan tuntutan masyarakat.
“Merupakan tuntutan masyarakat untuk pemenuhan kebutuhan rumah sakit dan memudahkan akses masyarakat,” sebutnya.
Program ini akan segera dilaksanakan di awal pemerintahannya. Malah, Pemprov Sulsel sudah mengalokasikan anggaran untuk mewujudkan mimpi itu pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P).
Anggaran itu akan digunakan untuk melakukan kajian fasilitas studi pembuatan masterplan Rumah Sakit, dan kajian Amdal.
“Bila semua ini dapat terlaksana dan rampung selesai di akhir tahun 2018 ini, maka pembangunan fisik rumah sakit regional tersebut akan dilanjutkan pada Tahun Anggaran 2019 yang status kepemilikannya adalah milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan,” paparnya. Rencana lokasi pendirian rumah sakit akan dipastikan setelah ada hasil kajian.
Menurut rencana, rumah sakit regional tersebut akan dibangun di Kabupaten Tana Toraja, Luwu Raya, Area Ajattapareng, daerah Bosowa, dan daerah Bagian Selatan.
NA mengemukakan program ini sangat penting untuk dihadirkan agar
masyarakat di daerah tidak perlu lagi bersusah payah dirujuk ke Makassar. Khususnya yang memiliki tempat tinggal sangat jauh dari ibukota provinsi tersebut.
“Kalau harus ke Makassar, harus berkorban waktu sekian jam dan uang,” ungkapnya.
Dia menjanjikan rumah sakit regional yang akan dibangun itu memiliki pelayanan dan berfasilitas setara interasional supaya masyarakat bisa dengan cepat mendapatkan pelayanan kesehatan. (rhm)
Hadirkan Enam Rumah Sakit Regional
