MAKASSAR, BKM — Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah (NA) memberi perhatian khusus terhadap jalan provinsi. Sarana jalan merupakan salah satu kebutuhan vital masyarakat yang bisa mempengaruhi ekonomi suatu daerah. NA janji tiga tahun pemerintahannya semua jalan provinsi mulus.
Alasan NA, jika jalannya mulus, maka semua aktifitas masyarakat akan lebih mudah. Nurdin menargetkan bisa memuluskan seluruh jalan provinsi di Sulsel dalam tiga tahun pertama memimpin provinsi ini.
“Saya targetkan, selama tiga tahun ini, kita genjot perbaikan jalan provinsi. Semua harus mulus. Agar aktifitas masyarakat khususnya ekonomi bisa berjalan lancar,” ungkap Nurdin.
Dirinya tak ingin lagi ada keluhan soal jalan provinsi.
“Tiga tahun ke depan tidak akan ada lagi keluhan soal jalan provinsi yang rusak. Jalan ini sangat penting, kalau ini baik maka pertumbuhan ekonomi di daerah juga akan naik,” janjinya
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi, Jumras mengatakan untuk perbikan jalan provinsi sepanjang 2009,3 kilometer, dibutuhkan anggaran sekitar Rp3 triliun. Jika kebutuhan dana untuk perbaikan dan peningkatan jalan bisa diakomodir, dia optimistis jika keinginan Gubernur Nurdin Abdullah memuluskan seluruh jalan provinsi selama tiga tahun bisa direalisasikan.
“Kita berharap ada peningkatan anggaran tahun depan. Pasalnya Pak Gubernur menjadikan jalan sebagai prioritas pemerintahan,” ungkapnya.
Untuk perbaikan maupun peningkatan jalan yang cukup banyak, Jumras mengaku memang terkendala pada terbatasnya anggaran.
Lebih jauh dia mengemukakan, saat ini, Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel melakukan perubahan rencana perbaikan Jalan Letjend Hertasning. Dari sebelumnya akan dibeton kembali ke pengaspalan.
Ini dilakukan setelah melihat kondisi jalan yang menjadi salah satu jalan penghubung Makassar dengan Kabupaten Gowa tersebut. Jika dilakukan pengerjaan dengan beton, akan membutuhkan waktu lama.
“Awalnya kita mau jalan rigid (beton) tapi ini pasti membuat kemacetan. Karena jalan sepenuhnya harus ditutup. Sementara jalan ini sangat padat dan hanya sedikit jalur alternatif,” ungkapnya.
Jumras menyebutkan, jika dilakukan pengerjaan dengan beton. Tak hanya saat pengerjaan jalan ditutup, pun setelahnya sebab umur beton harus melebihi 21 hari baru bisa dilalui.
Sementara jika perbaikan dilakukan dengan pengaspalan, hanya jalur yang dikerjakan ditutup. Jalur lainnya masih bisa dilalui kendaraan, serta tak harus menunggu waktu lama setelah proses pengaspalan untuk dilalui.
“Kondisi tanah juga sangat mendukung untuk diaspal. Memang ada beberapa bagian yang rawan digenangi air. Tapi kita akan perbaiki drainasenya juga. Kalau dibeton anggarannya sekitar Rp50 miliar, dengan aspal justru lebih murah,” jelasnya.
Jumras menyebutkan jalan yang akan diperbaiki sepanjang 1,9 kilometer, mulai dari Jalan AP Petta Rani sampai depan Kantor Dinas Pendidikan Kota Makassar. Sepanjang jalan ini memang sudah banyak lubang dan kerusakan. (rhm)
