MAKASSAR, BKM — Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto merealisasikan janjinya. Ia melakukan mutasi pejabat di jajarannya. Termasuk membongkar direksi perusahaan daerah (perusda) serta badan pengawasnya.
Pelantikan dilaksanakan di Balai Kota, Jumat (21/9). Untuk pejabat administrator, ada enam orang yang dilantik. Pada posisi kepala wilayah kecamatan, 15 orang dilantik sebagai camat definitif.
Dari jumlah itu, 14 di antaranya merupakan muka lama. Muhammad Ruly yang sebelumnya menjabat camat Makassar, bergeser menjadi camat Tallo. Ruly merupakan salah satu dari lima camat yang sebelumnya mengundurkan diri.
“Alhamdulillah mungkin kami masih dipercaya. Insyaallah kami akan bekerja keras di lapangan. Bagaimna kami bisa menjalin silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat, sehingga keinginan Pak Wali Kota, yaitu sentuh hati bisa terwujud,” ucap Ruly yang ditemui usai pelantikan.
Ruly mengatakan, hal pertama yang akan dilakukannya adalah berkoordinasi dengan seluruh pegawai kelurahan dan kecamatan. Tujuannya supaya semuanya kompak dan tidak terkotak-kotak. Setelah itu ia baru akan turun keluar ke masyarakat.
Untuk direksi perusahaan daerah (PD), tercatat 11 orang yang mengalami pergantian. Satu di antaranya di lingkup Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Jabatan direktur umum (Dirum) yang sebelumnya dipegang Asdar, kini beralih ke Arifuddin Hamarung.
Perubahan posisi juga terjadi di tataran badan pengawas. Ada 16 orang yang digeser oleh Danny, sapaan akrab wali kota Makassar.
Wali Kota Makassar Danny Pomanto mengatakan, pelantikan camat ini sebenarnya relatif terlambat. Karena beberapa pelayanan publik sempat terganggu. Dengan alasan tak mau lagi pelayanan publik di Makassar terhambat, Danny pun memutuskan melantik para camat ini secepatnya.
“Saya tidak mau pelayanan publik terhambat. Contohnya saja, kalau dia plt (pelaksana tugas), tidak bisa dia menangani masalah-masalah pertanahan. Makanya, walaupun relatif terlambat, saya harus lantik camat-camat ini,” kata Danny.
Ia juga menegaskan, semua camat yang telah dicopot masih memiliki kesempatan kembali. Hanya saja, untuk masalah netralitas dan integritas, itu tetap menjadi hukuman yang berat bagi camat.
Camat lainnya yang mengundurkan diri pun akan dievaluasi untuk ditempatkan di bagian lain. Begitupun dengan camat yang masih aktif sekarang. Danny menjanjikan dalam waktu dekat akan mengevaluasi semuanya.
Untuk pergantian direksi dan pengawas perusda, wali kota menjelaskan, beberapa direksi dan pengawas memang sengaja mundur karena ikut mencalonkan diri sebagai anggota legislatif.
Karena tak mau saat penetapan DCT nanti langsung ada kekosongan direksi, Danny pun menggantinya.
Sedangkan untuk pejabat administrator lingkup pemkot Makassar, Danny sengaja melakukan penyegaran. Bahkan ia mengatakan jika pergantian ini baru langkah awal. Akan ada pergantian selanjutnya yang dilakukan Danny lebih besar lagi.
“Mengenai kabag-kabag dan pejabat administrator lainnya, kita lakukan penyegaran. Ini baru awal. Akan ada nanti yang lebih besar. Ada lurah, kadis, bidang, seksi,” tegas Danny.
Untuk pejabat eselon II, Danny merencanakan bulan ini akan selesai ditentukan siapa yang mengisi jabatan baru. Semua akan di-plt-kan terlebih dahulu, kemudian akan dilelang.
“Oktober saya harapkan semua lelang selesai. Semua yang saya tindaki ini adalah yg menyangkut apa yang menjadi hal-hal negatif di pemerintah kota,” tandasnya. (nug/rus/b)
Usai Camat dan Kabag, Giliran Eselon II
