Site icon Berita Kota Makassar

Kapolres Gowa dan Dandim 1409 Punguti Sampah di Danau Tanralili

GOWA, BKM — Dua institusi berbeda yakni Polres Gowa dan Kodim 1409 Gowa menyatukan rasa dan keringat dengan melakukan ekspedisi Danau Tanralili. Ekspedisi yang dipimpin Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga bersama Dandim 1409 Letkol Arh Nur Subekhi masing-masing didampingi istri serta para personilnya.

Ekspedisi di Danau Tanralili, Kampung Lengkese, Desa Maningbahoi, Kecamatan Parigi, Kabupaten Gowa ini dilakukan Sabtu (22/9/2018). Rombongan mulai mendaki ke lokasi pukul 08.30 Wita dan tiba di danau pukul 10.45 Wita. Ekspedisi ini hanya sehari dengan meninggalkan lokasi pada pukul 14.05 Wita dan tiba di Kampung Lengkese pukul 15.40 Wita.

Ekspedisi dua institusi ini diprakarsai Polres Gowa dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun TNI ke 73. Ekspedisi inipun ditandai dengan aksi bersih sampah di kawasan danau Tanralili yang terbentuk dari sisa runtuhan dinding gunung Bawakaraeng di tahun 2004 silam.

Dalam ekspedisi itu, Polres menurunkan personil sebanyak 60 orang disertai Ketua Bhayangkari Gowa Oni Silitonga bersama sejumlah Polwan. Sementara 30-an personil Kodim 1409 juga menyertakan Ketua Persit Kartika Candra Kirana Hasanuddin Cabang Gowa, Nila Nur Subekhi.

Kedua tim ekspedisi gabungan inipun melakukan aksi pembersihan sampah yang ditinggalkan para penikmat panorama Danau Tanralili yang sungguh menawan.

Mereka membersihkan kawasan Tanralili dari sampah usai menelusuri jalan menuju danau dengan medan yang cukup berat dengan jarak tempuh memakan 2-3 jam start dari Dusun Lengkese ke Danau Tanralili yang berada di ketinggian 1.454 Mdpl dari permukaan laut.

“Ini kali kedua kami (Polres Gowa) menggelar ekspedisi. Sebelumnya kami sudah melakukan ekspedisi di Gunung Bawakaraeng,” kata Kapolres Shinto bersama Dandim Nur Subekhi memunguti sampah dan menyimpan dalam kantung plastik. Sampah-sampah yang terkumpul ini kemudian dibawa pulang menuju perkampungan penduduk untuk dimusnahkan bersama.

Saat berada di kawasan danau, Kapolres Gowa merasa trenyuh lantaran melihat di sekitaran danau Tanralili banyak sampah tersisa oleh para pengunjung yang datang sebelumnya.

“Saya mengimbau agar para pengunjung danau Tanralili agar sedapatmungkin tidak meninggalkan selembar atau satu benda sampah apapun jika datang ke danau ini. Mari kita jaga lingkungan, hindarkan dari pandangan tak nyaman serta hindari benda-benda yang bisa menjadi media terbakarnya semak dan hutan di sekitaran danau Tanralili ini utamanya sampah plastik. Sebaiknya sampah-sampah sisa tempat makanan dan lainnya dibawa serta jika meninggalkan danau Tanralili,” imbau Kapolres Gowa.

Sementara itu Dandim 1409 Gowa, Letkol Arh Nur Subekhi mengatakan, ekspedisi ke danau Tanralili ini cukup menantang. Selain rute yang terjal, faktor cuaca yang panas juga banyak menguras energi.

“Tapi alhamdulillah seluruh anggota tim ekspedisi bisa sampai ke danau Tanralili. Meski lelah namun tetap riang gembira,” kata Dandim Nur Subekhi.

Di momen HUT TNI ke 73 ini dandim pun berharap masyarakat luas bisa tahu jika di wilayah Gowa banyak tempat menarik yang patut ditingkatkan potensinya dan menjadi tempat indah untuk dikunjungi.

Sementara itu, Camat Parigi Muh Guntur mengatakan keindahan danau Tanralili ini pertama kali dipromosikan sebagai tempat yang menyimpan keindahan dan sebagai tempat wisata bagi petualang adalah seorang jurnalis mancanegara.

“Iya danau Tanralili ini konon pertama kali dipromosikan ke dunia luar oleh seorang jurnalis mancanegara yang sempat datang ke tempat ini. Dan hingga kini pengunjung danau yang cukup eksotik ini cukup ramai namun pengunjungnya masih spesifik adalah para petualang serta pendaki,” jelas Guntur. (saribulan)

Exit mobile version