MAKASSAR, BKM — Kemal yang berjuluk Kapten Begal Sukaria kini tinggal nama. Ia meregang nyawa di ujung pistol aparat pada Jumat pagi (21/9).
Polisi kemudian mengintensifkan perburuan terhadap komplotannya. Satu di antaranya berhasil diciduk. Bahkan dilumpuhkan dengan timah panas pada kedua kakinya.
Pria itu bernama Wawan alias Metal (20). Ia diringkus personel Resmob Polda Sulsel. Metal sudah lama bergelut di dunia kriminal bersama tiga rekannya yang lain. Bahkan kepada polisi yang menginterogasinya, Wawan menyebut angka 25 lokasi aksi kriminalitasnya.
Usai menjalani pemeriksaan, tim gabungan Resmob Panakkukang yang diback up Resmob Polda Sulsel kemudian menggiring tersangka untuk pengembangan kasus. Minggu (23/9), Wawan dibawa menunjukkan lokasi yang pernah ia tempati beraksi.
Namun, saat tiba di sebuah tempat, muncul akal bulusnya. Ia mencoba mengelabui petugas lalu berusaha melarikan diri.
Tak ingin hasil tangkapannya lolos, polisi langsung bereaksi. Di tengah pengejaran, tiga kali tembakan peringatan dilesakkan ke udara. Tapi tersangka bergeming. Ia tetap mencoba kabur.
Tidak berhasil dengan langkah persuasif, tindakan tegas pun diambil. Moncong pistol petugas diarahkan secara terukur di bagian kaki tersangka. Dor… sebiji timah panas bersarang di kaki kanan. Dor…peluru yang kedua menembus kaki kiri. Wawan pun tumbang tak berkutik. Selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara guna menjalani perawatan medis.
Kepala Bidang Hubungan Massyarakat (Kabid Humas) Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani, mengatakan penangkapan Wawan merupakan pengembangan kasus tersangka Kemal. Pria yang ditembak mati karena menyerang dan menikam polisi saat hendak diamankan, diketahui memiliki komplotan.
Tercatat ada tiga laporan polisi atas nama tersangka Wawan. Masing-masing LP/1197/IX/2018/Restabes Mks/Panakkukang, LP/346/IX/Restabes Mks, dan LP/338/IX/2018/Restabes Makassar
Berdasarkan laporan polisi tersebut, komplotan pelaku diburu tim gabungan Resmob Polsek Panakkukang. Pada hari Kamis (20/9), Polsek Panakkukang diback up Resmob Polda Sulsel berhasil mendeteksi keberadaan Wawan. Ia ada di Jalan Sukaria. Polisi berhasil meringkusnya tanpa perlawanan.
”Dari hasil pemeriksaan, tersangka Wawan mengaku sebagai anggota komplotan Kemal. Komplotan ini berjumlah empat orang,” jelas Kombes Dicky.
Saat melakukan aksinya, kawanan Kemal dan Wawan cs tergolong sadis. Mereka tak segan-segan melukai korbannya jika melawan atau tidak bersedia menyerahkan barang berharga yang dibawanya. Polisi masih melakukan pengembangan dan mengejar pelaku lainnya. (ish/rus)
‘Kapten’ Tinggal Nama, Satu Rekannya Ditembak
