MAKASSAR, BKM — Deklarasi Kampanye Damai Pemilu 2019 berlangsung di Anjungan Pantai Losari, Makassar, Minggu pagi (23/9). Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah hadir dalam kegiatan yang dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel itu.
Hadir pula unsur Forkopimda, yakni Ketua DPRD Sulsel HM Roem, Kapolda Sulsel Irjen Pol Umar Septono. Juga Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel La Ode Arumahi.
Sebelum deklarasi, gubernur melepas gerak jalan santai di depan Benteng Rotterdam dan finish di Anjungan Pantai Losari. Deklarasi Kampanye Damai Pemilu 2019 ini juga dilaksanakan pada seluruh provinsi yang ada di Indonesia.
Nurdin mengatakan, kondisi Sulawesi Selatan yang selama ini kondusif harus terus dipertahankan. Sebelum pilkada yang digelar Juli lalu, Sulsel terdeteksi masuk dalam zona merah yang berpotensi terjadi konflik.
Namun, kekhawatiran tersebut tergerus setelah pelaksanaan pilkada di daerah ini berjalan mulus tanpa terjadi hal-hal yang dikhawatirkan.
“Sulsel kan awalnya dideteksi sebagai zona merah. Daerah rawan konflik akibat pilkada. Namun, menjelang pesta demokrasi berlangsung, suasana di sini tetap kondusif. Sulsel pun dimasukkan dalam zona hijau,” ungkap Nurdin.
Dia berharap, kondusifitas daerah tetap terjaga saat pelaksanaan pilpres dan pileg mendatang. “Kita harus tetap mempertahankan prestasi itu,” tandasnya.
Sebagai simbol komitmen Sulsel dalam mengawal pilpres damai dan bermartabat di Sulsel, secara simbolis, NA didampingi Forkopimda, Ketua KPU Sulsel Misnah Attas, Ketua Bawaslu La Ode Arumahi melepaskan balon merah putih ke udara.
Dia mengaku banyak tantangan yang akan dihadapi pada pilpres dan pileg. Di antaranya terkait beragam dan banyaknya caleg yang maju dalam kontestasi pemilu mendatang. Selain itu, untuk pertama kalinya pilpres dan pileg akan dilaksanakan secara bersamaan.
Menurut dia, pileg dan pilpres ini adalah proses. Tujuannya, untuk membangun ekonomi menjadi semakin kuat.
Ketua KPU Sulsel Misnah Attas menjelaskan, deklarasi ini bertujuan untuk mensosialisasikan jika kampanye yang sesungguhnya adalah sebagai ajang untuk memberikan pendidikan politik bagi masyarakat.
KPU harus berkomunikasi intensif dengan peserta pemilu dan pemilih. Dia berharap agar semua pemimpin-pemimpin mampu untuk memberikan pendidikan politik pada masyarakat.
Misna menambahkan, deklarasi yang digelar ini juga sebagai upaya untuk mempertahankan Sulsel sebagai zona hijau dalam pilpres dan pileg mendatang.
Tahapan kampanye calon legislatif (caleg) resmi dimulai pada Minggu (23/9) kemarin hingga 13 April 2019 mendatang. Tahapan masa kampanye ini juga berlaku untuk pasangan calon presiden dan calon wakil presiden untuk pilpres 2019. (rhm/rus)
NA Sebut Banyak Tantangan di Pilpres dan Pileg
