GOWA, BKM — Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Gowa Dr Salam MPd tampil sebagai pembicara dalam Kongres Internasional III Bahasa-bahasa Daerah di Sulsel yang digelar di Hotel Sahid Jaya Makassar, Rabu (26/9/2018) pagi.
Dalam kongres tersebut, Salam membeberkan bahwa Pemkab Gowa telah melahirkan Perda tentang bahasa daerah wajib diajarkan di jenang pendidikan SD dan SMP. Bahkan di Gowa kata Salam mata pelajaran (mapel) bahasa daerah ini sudah dialokasi waktu di kelas selama dua jam.
“Inilah satu rekomendasi yang harus kita bicarakan di sini di kongres ini bahwa bahasa daerah harus menjadi satu mata pelajaran di sekolah. Kalau tidak menjadi mapel maka pasti tidak akan dibutuhkan lagi guru atau tenaga pengajar dari jurusan bahasa daerah. Kan kasihan para guru itu,” jelas Salam yang juga dosen di Fakultas Pendidikan Universitas Negeri Makassar ini.
Salam pun mengaku sangat bersyukur karena di Gowa, Pemkab telah menerbitkan Perda Wajib Bahas Daerah itu sejak tahun 2017 lalu.
Dikatakannya, bahasa daerah harus jadi mapel di sekolah dan harus diterapkan seluruh kabupaten provinsi karena menurutnya, jika bahasa daerah dirujuk ke kurikulum nasional maka itu sudah pasti tidak akan ada ruang.
“Sebelumnya mapel mulok masuk dalam dapodik kurikulum 2006. Namun setelah kurikulum 2013 diterapkan, mapel yang mengajari bahasa daerah setempat itu otomatis hilang dan diganti oleh mata pelajaran seni budaya. Dan sekarang perjuangan kita adalah bahasa daerah harus jadi mata pelajaran. Kalau tidak, bagaimana nasib guru bahasa daerah. Pasti mereka tidak dibutuhkan lagi kan,” katanya.
Pernyataan pria berkacamata ini sontak mendapat applause dari peserta kongres yang terdiri dari para tenaga pengajar dan mahasiswa dari berbagai kabupaten/kota dan provinsi baik dalam maupun luar Sulsel.
Kadis Pendidikan Gowa ini tampil menjadi pembicara bersama sejumlah guru besar lainnya dari berbagai provinsi diantaranya Prof Dr Suwandi Endraswara MHum, Dr H Dinding Haeruddin MPd, Drs Nala Antara MHum, Dr Salam MPd dan Dr Muhlis Hadrawi MHum dan dipandu Dr Eri Iswari MHum selaku moderator.(saribulan)
