LUWU, BKM — Ratusan honorer kategori 2 (K2) dari Kabupaten Luwu menggelar aksi protes di kantor DPRD Luwu Rabu (26/9/2018) .
Saat menggelar aksi, ratusan honorer K2 menyuarakan empat tuntutan terkait pengangkatan ASN dari Pemerintah Pusat tahun ini.
Aksi protes honorer K2 di Kabupaten Luwu mendapat pengawalan ketat aparat keamanan dari Polres Luwu dipimpin Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Luwu, Kompol Yosep.
Koordinator Aksi Honorer K2 Luwu, Muhammad Isqandar Zulkarnain saat berorasi mengatakan, empat tuntuntan honorer K2 Luwu yakni mendesak pemerintah pusat untuk menunda pelaksanaan penerimaan CPNS jalur umum sebelum persoalan honorer K2 terealisasikan secara keseluruhan tanpa batasan usia dan tanpa syarat apapun.
Mereka juga meminta Menpan dan Reformasi Birokrasi untuk mencabut Kepmenpan Nomor 36 tahun 2018 yang di anggap diskriminatif karena yang ddangkat hanya tenaga guru dan kesehatan sedang untuk tenaga administrasi sama sekali tidak diakomodir.
Tuntutan ketiga yakni mendesak pemerintah pusat dalam hal ini Presiden RI ntuk mengeluarkan regulasi dan landasan hukum bagi penerimaan honorer K2 menjadi ASN.
Adapun tuntutan keempatnya yakni menolak tes P3K (Pegawa Pemerintah Dengan Perjanjian Kontrak) sebab semakin tertutupnya peluang honorer K2 untuk diangkat menjadi ASN.
“Tuntutan kami dari honorer K2 murni untuk kemanusiaan bukan untuk hal lain,” teriak Isqandar.
Usai berorasi, honorer K2 diterima komisi I DPRD Luwu di ruang aspirasi yang dipimpin wakil ketua Komisi I Kasruddin di dampingi anggota komisi I lainnya Hasdir dan Baso Sulaeman termasuk sekertaris Dewan (Sekwan )DPRD Luwu Ahyar disaksikan Wakapolres Luwu, Kompol Abraham Tahalele. (irwan musa)
