MUNCULNYA bisnis pengisian bahan bakar minyak (BBM) lewat Pertamini di Makassar dan sekitarnya sudah tidak asing lagi. Selain memudahkan, karena menjadi alternatif masyarakat membeli BBM yang jauh dari Pertamina, juga menguntungkan pemiliknya. Seperti halnya Yusuf.
Laporan: ARDHITA ANGGRAENI
Yusuf mulai merintis usaha bisnis bensin eceran Pertamini di Jalan Perintis Kemerdekaan, tepatnya di BTP Blok D Makassar. Usaha yang dilakoninya terbilang mudah dia lakukan, karena sejak usia muda sudah menjual bensin eceran yang bermodalkan bantuan dari keluarganya.
“Dari dulu ka berjualan bensin eceran, sejak SMP kah jualan. Dulu menjualkah bensin cuman pakai botol, nanti pulang sekolah baru menjual. Kalau tempat yang sekarang ini dikasih jualan sama om, termasuk box pertamininya. Karena om ku itu distributor pertamini,” ungkapnya saat ditemui penulis di tempat usahanya, kemarin.
Pria kelahiran 23 tahun ini mengaku, saat berjualan botolan yang dimulainya pada tahun 2013 lalu, seharinya ia menghabiskan 20 liter bensin premium dengan harga Rp6.000.
Justru kini penjualannya cukup lumayan besar, sebab sudah tidak banyak SPBU yang menjual premium. Untuk pembelian Pertalite, dia mengaku membeli ke SPBU terdekat karena tak punya izin khusus, setiap hari dibatasi 50 liter saja.
“Ada memang batasannya kalau kita beli di Pertamina. Satu liter pertalite harganya Rp8 ribu lebih, kita jual Rp10 ribu. Sehari biasa habiskan 30 liter lebih,” katanya.
Bisa dibilang jika keuntungan Yusuf perharinya mencapai Rp300 ribu, dalam seminggu ia bisa mendapatkan penghasilan sebesar Rp2.1 juta dan jika sebulan bisa mencapai Rp8 juta lebih, namun pendapatan itu belum termaksud modal membeli bensin di pertamina.
“Yah untungnya setiap liter itu Rp2 ribu kak, kalau habisnya 30 liter bisa dapat untung Rp60 ribu tapi biasanya juga lebih, tergantung menyesuaikan ki,” katanya.
Ditanya mengenai modal membuka usaha, Yusuf menambahkan selain mendapatkan bantuan modal dari keluarganya, ia juga memberanikan diri menyicil dua box pertamini standar ini dengan harga Rp 13 Juta.
“Saya bersyukur dapat bantuan dari keluarga, termasuk memberanikan menyicil dua box pertamini yang standar begini Rp13 juta. Lumayan bisa kumpul-kumpul uang untuk masa depan,” sembari tertawa.
Dibalik kegigihan Yusuf membuka bisnis bensin eceran tersebut, ada keinginan besar Yusuf yakni bisa menaikkan umroh ibundanya dalam waktu dekat.”Iya ibu mau naik umroh, alhamdulliah bisa bantu sedikit. Karena sejak sekolah dulu tidak pernah minta lagi ke orangtua, kerja sendiri dapat uangnya,” tuturnya. (ita)
