MAKASSAR, BKM — Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah dipastikan akan merombak susunan ‘kabinet’ atau jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemprov Sulsel. Dalam beberapa kesempatan, orang nomor satu Sulsel itu menekankan mencari dan butuh orang-orang yang memiliki integritas serta moralitas yang baik.
Dia menyebutkan, dalam seratus hari pertama dirinya bertugas sebagai gubernur, ia akan terus memantau dan mengevaluasi kinerja seluruh kepala OPD yang menjabat saat ini.
Nurdin mengatakan, terlalu dini kalau pihaknya langsung menilai kinerja kepala OPD saat ini.
“Kita jalan dulu. Di ujung hasilnya akan kelihatan. Kalau dalam kurun waktu itu tidak ada yang kelihatan, tidak ada bergerak yah sudah. Yang berjalan baik kita beri apresiasi. Yang tidak berjalan baik kita tinjau. Kan begitu. Kalau ditinjau dan hasilnya buruk masak harus dipertahankan,” ungkap Nurdin usai melantik empat kepala daerah Sulsel, Rabu (26/9) di Baruga AP Pettarani Unhas.
Kendati dirinya sudah mengungkapkan akan melihat dan mengevaluasi terlebih dahulu kinerja para kepala OPD, namun saat menghadiri salah satu agenda Fakultas Teknis Unhas di Gowa akhir pekan lalu, Nurdin dalam sambutannya sempat memberi bocoran terkait orang yang akan ditempatkannya sebagai Kepala Bappeda Sulsel.
Dia secara terang-terangan meminta ijin kepada civitas akademika Fakultas Teknik Unhas, jika salah satu tim pengajar di sana akan membantunya di Pemprov Sulsel. Tidak tanggung-tanggung, orang itu disebutkan akan menjadi Kepala Bappeda Sulsel. Orang yang dimaksud juga menjadi bagian dari tim transisi gubernur sekaligus anggota dari Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) yang dibentuk.
“Mohonkan ijin, salah satu tim pengajar kita di Teknik, mungkin akan menjadi Ketua (kepala) Bappeda Sulsel,” ungkap Nurdin.
Alasan memilih salah satu tim pengajar Fakultas Teknis Unhas itu, karena sudah menjadi tuntutan saat ini. Pihaknya ke depan akan memburu berbagai ketertinggalan infrastruktur di Sulsel.
“Dan saya lihat, beliau selama ikut di tim percepatan pembangunan, di tim transisi, beliau sangat memahami persoalan sehingga mungkin ke depan kita berharap beliau bisa memperkuat tim work kita,” jelas Nurdin.
Mantan Bupati Bantaeng dua periode itu melanjutkan, ke depan pihaknya akan membuka lelang jabatan. Terutama untuk mengisi tempat-tempat strategis. Dia memberi peluang kepada seluruh lapisan masyarakat yang memenuhi syarat untuk ikut jika memang merasa punya kualifikasi dan kemampuan dalam sebuah posisi yang dilelang.
“Dirjen saja sudah banyak non pns. Bappeda itu jantungnya provinsi. Orang-orang qualified yang harus menduduki posisi itu. Tentu akan dibuka lelang,” pungkasnya.
Berdasarkan SK TP2D yang ditandatangani Nurdin, ada beberapa nama yang merupakan alumni Fakultas Teknis Unhas. Diantaranya Rendra Darwis, ST yang juga dipercaya sebagai Sekretaris TP2D, Prof Dr Ir Rudy Jamaluddin yang dipercaya oleh gubernur untuk menjadi TP2D bidang infrastruktur. Demikian juga dengan nama-nama seperti Dr Ir Zuryati Djafar, MT dan Dr Ir Mimi Arifin, MT.
Sementara di jajaran tenaga ahli, beberapa nama yang masuk adalah Dr Ir Farouk Maricar, MT, Hendra Fachri, ST, MEng, Dr Eng Asri Jaya, Dr Ir Yusran Amini, dan Dr Ing Wahyu Piara, MEng. (rhm)
