Site icon Berita Kota Makassar

Calon Pejabat Maros Dites Kemampuan Komputer dan Pidato

MAROS, BKM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros kembali membuka kesempatan untuk ASN Pemkab Maros mendapat jabatan lebih tinggi. Setelah beberapa waktu lalu dilakukan tes kompetensi, calon pejabatan lingkup Pemkab Maros kembali melakukan tes kemampuan. Dua skill yang harus dimiliki pejabat Maros, yakni skil komputer dan pidato atau berbicara di depan umum.
Tes komputer dilakukan di ruang pola kantor bupati Maros. Sedangkan tes kemampuan berbicara di depan umum atau pidato digelar di tribun utama lapangan Pallantikang, Selasa pagi (25/9).
Menurut Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Maros, Agustam, tes pidato khusus untuk calon pejabat yang akan menduduki jabatan eselon IIIA atau setara sekretaris dinas, camat dan kepala bagian. Sedangkan tes komputer untuk seluruh calon pejabat yang akan menduduki jabatan baik eselon III maupun eselon IV.
”Untuk calon pejabat eselon IIIA ada 29 orang yang tes pidato, mereka dari berbagai OPD (organisasi perangkat daerah-red) yang bersaing untuk naik jabatan. Tiap orang diberi waktu lima menit untuk berbicara didepan juri dan pegawai yang hadir dengan tema pidato mereka pilih dari sistem cabut nomor. Jadi mereka tidak tahu tema pidatonya apa, nanti setelah mencabut baru ketahuan sehingga tentu mereka tidak dapat membuat konsep dari rumah,” beber Agustam.
Beberapa tema yang disiapkan untuk calon pejabat ini seperti tema kebersihan lingkungan, pameran pembangunan dan tentang perpisahan sekolah. Juri dari tes pidato ini Wakil Bupati Maros Harmil Mattotorang dan Asisten 3 Setda Maros dr Firman Jaya. Sedangkan untuk tes komputer calon pejabat harus bisa mengoperasikan komputer dengan microsoft office dasar.
Sementara itu, Bupati Maros HM Hatta Rahman mengatakan, kemampuan mengoperasikan komputer dan pidato harus dimiliki calon pejabat Maros. Pasalnya, untuk pidato seringkali pejabat harus berpidato di depan masyarakat dan menyampaikan informasi tentang program pemerintah kepada masyarakat.
”Kalau tidak bisa bicara di depan umum bagaiman bisa jadi pejabat. Kemampuan pidato itu penting bagi seorang pejabat tidak hanya eselon dua atau kepada OPD tapi juga kepala bagian, camat dan sekretaris karena bisa jadi mereka harus memberi sambutan dalam kegiatan-kegiatan resmi pemerintah,” beber Hatta.
Sedangkan untuk kemampuan mengoperasikan komputer, kata Hatta, juga harus dimiliki pejabat. Mengingat saat ini, era teknologi informasi. Sehingga pejabat harus melek teknologi. (ari/mir/c)

Exit mobile version