MAKASSAR, BKM — Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IX Sulawesi Prof Dr Jasruddin, meminta perguruan tinggi swasta lingkup LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi untuk tidak melakukan hal-hal yang dianggap melanggar aturan.
“Saya harap APTISI bisa membantu, sekaligus menjadi mata-matanya LLDIKTI. Tidak hanya jika ada pelanggaran, tetapi juga kalau ada PTS yang perlu dibantu, maka datanya bisa disampaikan ke LLDIKTI,” ujarnya pada temu wicara APTISI, LLDIKTI dengan pimpinan perguruan tinggi di Aula Growth Centre APTISI Wilayah IX-A Makassar, Rabu (26/9).
Hadir dalam kegiatan ini ketua dan sekretaris APTISI Wilayah IX-A Sulawesi Prof Dr Maruf Hafidz dan Dr Mulyadi Hamid. Ada pula Kepala Bagian Umum LLDIKTI IX Muhammad Amir, Ketua STISIP Muhammadiyah Sidrap Dr Jamaluddin, Ketua STISIP Muhammadiyah Sinjai Dr Umar Tongge. Ketua dan Sekretaris KPN Bung LLDIKTI IX Dr Andi Niniek F Lantara, dan Dr Eliza Meiyani.
Pengurus APTISI lainnya, Dr Poppy Andi Lolo, serta Dr Musdalifah.
”Jika ada perguruan tinggi yang ingin dibantu karena banyak mahasiswanya tergolong miskin namun memiliki prestasi akademik yang cukup bagus, maka disampaikan ke LLDIKTI agar bisa mendapatkan beasiswa bidikmisi. Tolong APTISI bisa membantu memberikan datanya kepada LLDIKTI agar bisa dibantu,” imbuh Prof Jas.
Bila peran ini bisa dimainkan oleh APTISI, tambahnya, maka pasti organisasi ini dianggap sudah punya gigi atau power. ”Dan ketika APTISI memiliki power, maka LLDIKTI juga tentu merasa sangat terbantu,” ujar doktor fisika PPs-ITB ini.
Dia juga meminta kepada pimpinan perguruan tinggi lingkup LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi, agar berorientasi kepada market orientet atau berorientasi pasar. Oleh karena itu, output yang diinginkan di perguruan tinggi tidak hanya meluluskan banyak pencari kerja. Tapi melahirkan alumni-alumni pencipta lapangan kerja.
”Daya saing sebuah perguruan tinggi memang sangat diperlukan. Tetapi apakah dengan menghasilkan lulusan yang ber-IPK 4.0 atau masa studi 3,5 tahun sudah dijamin bisa bekerja? Itu bukan jaminan. Karena itu tidak bisa hanya dengan kualitas saja. Melainkan juga prestasi akademik yang baik, juga memiliki daya saing tinggi,” kuncinya. (rls)