GOWA, BKM — Dalam mendorong peran penyuluh di lapangan, Badan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (BPPKB) fokus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme penyuluh. Salah satu yang dilakukan adalah menggelar workshop Pendayagunaan Penyuluh Keluarga Berencana (PKB).
Workshop yang diikuti sebanyak 173 penyuluh dari berbagai kecamatan termasuk kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), kepala bidang hingga unsur terkait ini berlangsung di aula pertemuan Wisata Kebun Gowa, Kelurahan Bontomanai, Kecamatan Bontomarannu, Rabu siang (26/9).
Kepala Badan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (BPPKB) Gowa, Sofyan Daud, mengatakan, peningkatan kompetensi dan profesionalisme seorang penyuluh di lapangan memang sangat diperlukan. Apalagi, dalam menjalankan program-programnya, salah satunya seperti Kampung KB.
”Kita ingin meningkatkan kualitas penyuluh dalam hal memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada masyarakat utamanya yang telah berumahtangga. Sehingga mereka tahu bagaimana cara dalam menjaga ketenteraman keluarga hingga membina mereka agar berperan produktif dalam mensejahterakan keluarga. Termasuk memberikan pengetahuan tentang bagaimana membangun sinergi antara seluruh PKB dengan pihak-pihak stakeholder lainnya yang ada di lingkup Pemerintah Kabupaten Gowa,” kata Sofyan.
Hingga saat ini, kata Sofyan, jumlah PKB yang ada di BPPKB Gowa sekitar 137 penyuluh berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) dan 46 penyuluh berstatus non-ASN. Sementara untuk fokus program yang dijalankan seluruh PKB yakni Kampung KB dengan mengembangkan berbagai inovasi dalam menciptakan keluarga yang bahagia, tentram dan sejahtera. (sar/mir)
Penyuluh KB Harus Perbanyak Literasi
