MAKASSAR, BKM — Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan, menggelar Kerja bakti bersama narapidana di Masjid Tua Al-Hilal Katangka yang berlokasi di Jalan Syekh Yusuf Kabupaten Gowa, Jum’at (28/9).
Kerja bakti tersebut dimulai dengan apel pagi bersama Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sulsel, yang diwakili oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Sulsel, Marasidin Siregar.
Turut dihadiri jajaran Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan serta Ketua Cagar Budaya Masjd Tua Al-Hilal Katangka dan pengurus masjid.
Ketua Cagar Budaya Mesjid Katangka, Madattuang, menyampaikan rasa terima kasih kepada Kantor Wilayah Kemenkumham Sulsel, atas partisipasinya dalam menjaga salah satu cagar budaya yang ada di sulsel, Mesjid tua Al-Hilal Katangka, dimana masjid ini merupakan saksi bisu dari pusat peyebaran Islam di Sulsel untuk pertama kali.
Sementara itu. Kepala Divisi Pemasyarakatan, Marasidin Siregar, menyampaikan sambutan dari Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sulsel, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud pengabdian Warga Binaan Lapas terhadap masyarakat setempat, yang juga merupakan rencana oleh Ditjen Pas akan Wujud pengabdian WBP kepada Masyarakat, yang diimplementasikan dalam kegiatan Bhakti Kepada Negeri Merah Putih Narapidana.
Kepala Wilayah Kemenkumham juga berharap bahwa, kegiatan ini dapat membuka mata masyarakat, tenang Kesan negatif dari Pemasyarakatan, sehingga masyarakat tidak selalu menilai dengan hal-hal negatif Lapas maupun Rutan. Kegiatan ini juga merupakan bentuk pengenalan WBP kepada Masyarakat sekitar, akan pembinaan yang diberikan. Tidak lupa ia juga menyampaikan tentang ,sejarah dari bangunan Masjid Tua Katangka, yang sebagai penerus bangsa kita harus menjaga kelestariannya.
Apel pagi ini ditutup dengan penyerahan simbolis alat kebersihan, yang diberikan oleh Kadiv Pas kepada WBP Lapas Makassar, Lapas Maros, dan Rutan Makassar. Dan diakhiri dengan doa bersama untuk kelancaran kerja bakti hari ini.
Selanjutnya, WBP diberikan Arahan oleh setiap TIM Pembinaan Lapas/Rutan, guna mengarahkan WBP di lokasi yang telah dibagi, sekaligus menjaga situasi dan kondisi WBP agar tidak terjadi pelarian pada saat kegiatan berlansung.
Sebanyak 10 orang WBP Lapas Makassar turut melakukan kerja bakti, bersama 25 Orang WBP dari Lapas Narkotika, Lapas Perempuan, Lapas Maros, Lapas Takalar, dan Rutan Makassar. Selain itu, kegiatan Bhakti Kepada Negeri Merah Putih Narapidana, dilaksanakan mulai hari ini sampai 30 september nanti, dan akan ditutup dengan doa bersama keluarga Pemasyarakatan.
Menurut kepala Lapas Makassar, Budi Sarwono, mengenai kegiatan kerja bakti ini, “saya pertama kali melihat bangunan ini, dan memang harus dijaga kelesatariannya, karena nilai sejarah yang ada di masjid dan makam disekitarannya ini betul-betul merupakan cagar budaya. Saya harap masyarakat disekitar masjid juga, dapat melihat pembinaan yang diberikan oleh WBP, terutama WBP lapas Makassar yang dekat dari lokasi masjid ini.” Pungkasnya.? (jun)
Napi Bersihkan Masjid Tua Katangka
