MAKASSAR, BKM– Tidak semua cita-cita bisa tercapai sesuai harapan, seperti halnya sosok Kepala KecamatanBiringkanya, Mahyuddin. Ia dulunya berharap menjadi seorang ahli teknik sipil yang bisa membangun lingkungan. Namun garis tangannya membawa dirinya menduduki seorang Camat berstatus PNS.”Saya punya impian ada dua saya masuk STPDN dan Teknik Sipil, karena kedua tesnya bersamaan, akhirnya saya pilih saja STPDN. Padahal saya juga tertarik di teknik sipil,” ucapnya.
Menurut Mahyuddin, ada tiga hal yang bakal ia gagas dalam membangun Kecamatan Biringkanya, yaitu pembenahan wilayah, perbaikan sistem pelayanan dan program sentuh hati masyarakat sesuai program wali kota. Tidak lupa pula menerapkan salat berjamaah bagi seluruh staf di kecamatan, yang mulai ia terapkan sejak dirinya diangkat menjadi camat.
“Ide dan gagasan saya ke depan tiga itu. Selain itu saya juga menerapkan aturan di staf bagi umat muslim untuk salat berjamaah secara tepat waktu. Ketika Adzan tinggal pekerjaan,” ungkapnya saat ditemui, di kantornya, kemarin.
Selain itu, ia juga menggarap aplikasi yang dapat memberikan kenyaman untuk warganya ketika datang di kantornya. Namun model aplikasi yang mempermudah masyarakat itu, masih ia gagas modelnya seperti apa. Tidak lupa dari segi pembenahan drainase, baliho dan kebersihan masih terus ia perbaiki dan lakukan sehari-hari.
“Satgas saya ada 30 orang, itu rutin setiap hari turun lakukan pengecekan. Termasuk setiap minggu saya turunkan tim pantau warnet di sini, agar tidak ada anak-anak di bawah umur dapat mengakses konten porno dan tinggal lama di warnet menggunakan seragam,” katanya.
Ia juga sempat diprotes anaknya karena tidak punya lagi waktu banyak untuk keluarga.” Sempat anak bungsu saya bilang sejak menjabat jadi camat tidak tinggal di rumah. Bilang tetta (ayah-red) sibuk sekali, waktu luang tinggal sabtu minggu saja, itupun hanya makan dan ke mall. Tapi saya berikan informasi kalau camat itu pelayan masyarakat sama dengan pelayan di rumah tangga,” jelasnya.(ita)
Ahli Teknik Sipil Cita-cita Awalnya
