Site icon Berita Kota Makassar

Pedagang Kembali Dirikan Lapak di Luar Makassar Mal

MAKASSAR, BKM–Ternyata para pedagang di sekitar Makassar Mal ternyata masih bertahan untuk berjualan di luar gedung. Padahal, beberapa pekan lalu lapak mereka telah dibongkar rata dengan tanah.
Dari pantauan BKM, Minggu (30/9), beberapa lapak mulai dibangun, tepatnya di Jalan KH Ramli, sebelah selatan bangunan New Makassar Mall. Itupun bekas relokasi.
Lapak tersebut ternyata dibangun oleh para pedagang sendiri.
Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Sentral, Sainudding beralasan, pendirian lapak ini karena persoalan harga di kios New Makassar Mall antara pedagang dan pihak MTIR belum kunjung usai.
“Iya pedagang itu yang bangun, pedagang bersertifikat. Pokoknya selama persoalan belum selesai, kita tetap akan dibawah berjualan,” tegas Sainuddin.
Lapak yang dibangun menggunakan triplek dengan beragam ukuran. Rencananya akan dibangun 500 lapak. Sampai sejauh ini pun dikatakan Sainuddin pembangunannya telah mencapai 85 persen.
Pendirian lapak ini atas inisiatif dari para pedagang bersertifikat. Setiap lapak dikatakan Sainuddin menghabiskan dana sebesar Rp5 juta yang semuanya dari pedagang.
“Ini inisiatif kita, kita juga melakukan tanpa minta izin. Karrna selama ini kan pemerintah hanya minta jalanan, nah kita dirikan ini tidak dijalanan,” kata Sainuddin.
“Pokoknya selama persoalan belum selesai. Tapi kalau misalnya besok persialan selesai, ya kita bongkar besok. Bongkar sendiri,” imbuhnya.
Dirut PD Pasar Makassar Raya, Syafrullah mengatakan, jika pendirian lapak itu tanpa izin. Tak memiliki dasar, sehingga harus ditindak.
Hari ini, Senin (1/10) Syafrullah berencana akan meninjau lokasi pendirian lapak tersebut. Ia mengatakan akan melakukan pembicaraan terkait penempatan para pedagang.
Dikatakan Syafrullah, pemerintah memang telah berencana akan mendirikan lapak penampungan sementara bagi pedagang yang bermasalah. Namun hal itu belum dilaksanakan, sehingga pembangunan lapak yang sementara berlangsung dianggapnya ilegal.
“Ndak boleh begitu, mereka dasarnya apa. Lapak yang dibangun sekarang akan saya stop, karena nanti akan timbul kecemburuan. Besok (hari ini) baru mau ke lokasi bicarakan penempatan,” kara Syafrullah saat dihubungi BKM, kemarin.
Pemerintah sendiri berencana akan mendirikan lapak sementara bagi para pedagang yang masih mempermasalahkan harga. Sebanyak 663 lapak akan didirikan di Blok B Bagian Selatan. Pembangunan lapak oleh pemerintah pun dikatakan Syafrullah sengaja akan dibangun oleh pemerintah supaya bisa sesuai standar.
“Misalnya di lapak itu harus ada wc nya, supaya pedagang juga nyaman. Kita juga tidak seakan menelantarkan,” tambahnya.(nug/war/b)

Exit mobile version