Site icon Berita Kota Makassar

Proyek RS UIN dan Menara Tellu Cappa Terbengkalai

MAKASSAR, BKM–Dua proyek penting di dua universitas negeri di Makassar terbengkalai. Kedua proyek tersebut yakni proyek pembangunan Rumah Sakit UIN Alauddin di Jalan Sultan Alauddin dan proyek pembangunan Menara Tellu Cappa Universitas Negeri Makassar.

Kedua proyek terhenti dan terbengkalai karena tidak lagi memiliki anggaran besar untuk melanjutkannya. Padahal, kedua proyek ini sangat penting dituntaskan.
Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Prof Musafir Pababari mengakui, jika terbengkalainya pembanguan RS UIN Alauddin diakibatkan kekurangan anggaran.
“Bagaimana mau selesai, dikerja saja tidak. Tidak ada angggarannya. Kita juga sudah all out mencarikan anggarannya, Insyaallah kedepannya pasti akan ada itu,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Senin (1/10).
Lanjut Musafir, ia tidak ingin berbicara mengenai kapan rampungnya pembangunan tersebut, sebab anggaran untuk pembangunan RS UIN Alauddin belum ada disetujui dari Kementrian Agama. Belum lagi, kondisi bangunan mengalami kerusakan, akibat ulah para pendemo yang merusak fasilitas rumah sakit.
“Saya tidak berani berspekualasi mengenai kapan selesainya, kapan berakhirnya. Karena belum ada anggaran yang disetujui, belum lagi ada beberapa bangunan yang sudah dibangun dirusak lagi sama yang demo-demo itu. saya juga belum hitung kerugiannya,” tuturnya.
Bahkan kata Musafir, setiap bulan civitas akademika UIN Alauddin telah meminta penggusulan anggaran pembangunan RS UIN Alauddin Makassar, namun tidak kunjung diberikan.
“Belum ada bantuan, kalau pengusulan anggaran untuk kementrian tiap hari dan tiap bulan kita usulkan anggarannya,” jelasnya.
Diketahui bahwa semua gedung-gedung yang belum rampung akan diselesaikan dengan skema Kemitraan Pemerintah Badan Usaha (KPBU) oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas).
Olehnya itu, masih belum ada kejelasan soal kelanjutan pembangunan rumah sakit tersebut, menyebabkan mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) UIN alauddin tidak memiliki laboratorium belajar.
Nasib yang sama dirasakan Universitas Negeri Makassar (UNM). Seharusnya UNM memiliki dua menara yang menjulang di kedua sisi Jalan AP Petta Rani. Selain Menara Phinisi, gedung Tellu Cappa di Kampus Pascasarjana UNM, tepat di depan Menara Phinisi sudah berdiri seiring selesainya Menara Phinisi beberapa tahun lalu.
Namun gedung yang rencananya berdiri 12 lantai ini hingga sekarang tak kunjung jadi. Hanya terlihat kerangka bangunan yang baru berdiri beberapa lantai saja.
Mangkraknya gedung Tellu Cappa di Pascasarjana UNM, dikatakan Pembantu Rektor II UNM, Karta Jayadi adalah kesalahan Kemenristekdikti. Kemenristrkdikti yang belum menyetujui dana untuk melanjutkan pembangunan dikatakan Karta menjadi penyebabnya.
Karta menegaskan jika pihak UNM sudah mengusulkan anggaran untuk pembangunannya. Bahkan dikatakannya selalu dilakukan pengusulan. Namun anggarannya pun dikatakan Karta tak kunjung datang.
“Itu belum bisa dilanjutkan, butuh ratusan juta itu untuk dilanjut pembangunannya. Kita sudah mengusulkan itu dananya, tapi belum ada. Coba tanya orang di pusat itu, kenapa belum disetujui,” tegas Karta.
Karta juga mengakui jika pihak UNM sendiri terakhir sudah mengusulkan kembali bulan lalu, dan sampai sekarang belum ada. Karta juga belum bisa menargetkan kapan gedung ini akan jadi. Ia hanya akan menargetkan secepatnya jika anggarannya sudah ada.
“Kalau kita mau target secepatnya selesai. Yang penting ada dulu anggarannya,” kata Karta. (nug-ita/war/b)

Exit mobile version