BARRU, BKM — Kekeringan melanda areal tanaman padi milik warga di Dusun Congko Desa Siddo Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru. Luas areal tanaman padi milik warga yang kekeringan diperkirakan mencapai 22,3 hektar.
Bupati Barru, Suardi Saleh, Senin (1/10) melakukan peninjauan ke lokasi lahan pertanian yang ditanami padi karena sudah mengalami puso (mati) akibat kekeringan yang berkepanjangan di Dusun Congko.
Dalam kunjungannya Bupati didampingi Kepala Dinas Pertanian Barru Aminullah Arsyad , Wakil Ketua DPRD Barru, Rahman Hasan , Kepala Dinas PUPR Barru, Herman Jaya, dan Kepala Desa Siddo.
Kekeringan tanaman padi di Dusun Congko karena danau yang menjadi salah satu sumber pengairan lahan pertanian pada musim kemarau ini mengalami kekurangan debit air. Akibatnya para petani di Dusun ini kesulitan mengairi sawahnya.
Suardi menjelaskan jika danau Congko yang biasanya mengairi lahan persawahan seluas 27 hektar. Kini kesulitan air. Padahal jika danau ini dioptimalkan, dapat membantu petani mengatasi masalah pengairan lahan persawahan.
“ Danau ini semestinya dijaga kelestariannya karena merupakan salah satu aset desa. Makanya harus kita jaga dan amankan supaya tidak berkurang luasannya. Sudah saatnya danau tersebut diberikan perhatian khusus dan dievaluasi, apakah sumber airnya memadai pada musim hujan dan bagaimana kondisinya disaat musim kemarau ,” kata Suardi
Dikatakan Suardi apabila airnya tercukupi, selanjutnya dilakukan pembenahan dengan membuat designnya terlebih dahulu agar kedepannya danau ini bisa difungsikan secara optimal.
Imbas dari akibat musim kemarau yang melanda para petani di Dusun Congko. Petani disini mengalami kerugian sekitar Rp 10 juta setiap hektar. (udi/C)
22,3 Hektar Tanaman Padi Kekeringan
